Sabtu, 16 November 2013

Mungkin aku membutuhkanmu

  "......... karena mungkin aku yang membutuhkan kamu.."
    Stella dan Melody bertemu di salah satu Universitas terkenal di Indonesia. Disanalah mereka kenal dan berteman untuk pertama kalinya. Melody adalah anak yang baik dan ramah, karena itu Stella sangat senang bisa berteman dengannya. Sedangkan Stella anak yang selalu ceria dan rendah hati, itu yang membuat Melody bisa berteman dekat dengannya. Seminggu berteman, kini mereka bersahabat. Kemanapun bersama, bermain, shopping, menonton bioskop, dan sebagainya. Persahabatan mereka sangat erat.

    "Stell, ntar habis pulang kampus kita ke mall yuk? Mau nggak?"
    "Ciee, yang uangnya banyak. Traktir makan ya? Aku pasti mau kalau ditraktir.."
    "Hhaha, siap deh. Ntar kita makan siang disana.."
    "Oke deh.."
    Mereka berjanjian untuk pergi ke mall sepulang kuliah. Entah apa yang dicari Melody, Stella masih belum mengetahuinya.
    Akhirnya mereka berdua pun pulang dan langsung pergi ke mall. Sesampainya di mall..
    "Eh, gaun ini bagus nggak?" tanya Melody.
    "Bagus kok. Tapi kalau buat kamu ya kegedean lah.." jawab Stella.
    "Ini bukan buat aku kok.." kata Melody tersenyum.
    "Lah? Terus buat siapa?"
    "Buat Mama aku. Dia ulang tahun hari ini.."
    "Ohh, Mama kamu ulang tahun hari ini? Wah, selamat yaa. Nanti aku boleh dateng juga ke acaranya?" pinta Stella.
    "Jelas boleh dong, kamu kan sahabat aku.." kata Melody.
    Gaun berwarna biru dengan motif berkilauan dipilih oleh Melody sebagai hadiah ulang tahun untuk Mama tercintanya. Ia berharap semoga Mamanya menyukai hadiah tersebut.

    "Kita makan dulu yuk? Perutku nagih nih.." ajak Melody.
    "Boleh kok. Ajakan itu yang aku tungguin dari tadi. Hhaha.."
    "Yee, dasar. Yuk, ke pizza sana aja.,"
    Mereka pun makan pizza bersama. Sambil makan, mereka mengobrol tentang laki-laki.
    "Mel, ngomong-ngomong kamu punya cowok belum sih?"
    Uhuk. Melody tersendat. Dan Stella tertawa.
    "Kenapa tanya kayak gitu? Tiba-tiba banget.." disela dengan minum.
    "Hahha.. Nggak papa kok Mel, tanya aja.."
    "Hih, dasar kepo kamu itu. Hhaha.."
    "Yeee, aku kan cuman pengin tahu. Sampai segitu kagetnya. Hahhaha.."
    "Aku nggak punya cowok kok. Aku lagi seneng sendiri.." jelas Melody.
    "Hmm. Kenapa? Nggak ada yang mau?"
    "Sialan. Banyak cinta datang, ku menolak. Hhaha.."
    "Emangnya BCL Mel? Hhaha.."
    "Tahu yaa? Hhaha. Lah kamu sendiri gimana? Apa kamu punya cowok?" tanya Melody.
    "Enggak punya sih. Enakan menjomblo kayak gini, bebas. Lagian aku udah punya sahabat deket, jadi untuk sementara ini enggak dulu deh.." terang Stella.
    "Ohh. Siapa sahabat deketmu?"
    "Yang tadi kaget parah gara-gara di kepoin punya cowok atau enggak. Hhaha.."
    Mereka berdua pun tertawa bersama. Canda dan obrolan mereka sangat hangat. Sampai mereka tidak sadar kalau pengunjung lainnya melihat tingkah mereka berdua.

    "Udah kenyang kan? Yuk, pulang.." ajak Melody.
    "Oke.."
    Mereka berdua pulang naik taxi. Stella pulang ke rumahnya, dan Melody pulang juga ke rumahnya untuk menyiapkan pesta ulang tahun Mamanya.
    Satu jam, dua jam, dan sampai empat jam telah berlalu. Pesta yang dinantikan Melody telah tiba. Ia mengirim message lewat BBM ke Stella.
    Stell, sekarang ke rumah ku ya? Pestanya mau dimulai nih. Oke? Thanks :)
    Hp Stella berbunyi. Ia melihat pesan yang masuk di BBM nya. Ia lalu bersiap dan berangkat ke rumah Melody.
    "Mel.. Melody.." panggil Stella dari luar pagar.
    "Iyaa, bentar." ucap Melody.
    "Udah dimulai?"
    "Belum. Setengah jam lagi. Kamu bisa bantu-bantu dulu."
    "Oke deh.."
    Mereka berdua menyiapkan pesta itu bersama Papa Melody, keluarga dan pembatu yang ada disana. Setelah selesai, mereka bersiap menunggu kehadiran Mama.

    "Assalamu alaikum.." salam Mama Melody dari depan pintu.
    "Waalaikum salam." jawab Melody dari dalam.
    Mamanya menunggu. Tapi kenapa tidak ada yang membukakan pintu, lantas ia membuka pintu itu sendiri. Ketika pintu dibuka..
    "Selamat ulang tahun Ma..." ucapan dari Melody di iringi kertas warna-warni yang di hamburkan dari lantai atas.
    Suara music klasik favorit Mama, kue besar bertuliskan "Happy Birthday Mama", dan pita berwarna serta balon menghiasi ruang keluarga itu.
    Melody langsung memeluk Mama tercintanya.
    "Ma, selamat ulang tahun. Kita sayang Mama." kata Melody terharu.
    Semua yang ada disana juga ikut senang, termasuk Stella yang sempat meneteskan air mata melihat kedekatan Melody dengan Mamanya.
    "Ma, make a wish ya." kata Papa.
    Mama lalu membuat sebuah keinginan dan doa. Tidak ada yang tahu apa yang di batin olehnya. Yang jelas, mereka berharap semua yang terbaik untuk Mama dan keluarga ini.
    Melody lalu memberikan hadiah yang tadi dibeli olehnya. Mamanya terkejut dan sangat menyukai gaun yang diberikan oleh anak kesayangannya itu. Ia tidak menyangka kalau Melody sangat mengetahui  seleranya.
    "Gaun ini nggak cuman Melody yang pilihin loh Ma. Ini juga saran dari Stella tadi.."
    "Oh, nak Stella juga nemenin Melody beli gaun ini ya? Terima kasih ya nak.."
    "Iyaa tante. Sama-sama." ucap Stella tersenyum.
    Acara itu berlangsung dengan penuh kebersamaan. Stella yang bukan dari keluarga itu pun di sambut dan di perlakukan dengan baik oleh mereka semua. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Stella pun izin pulang. Ia pulang di jemput oleh supir pribadinya.
    "Aku pulang dulu ya Mel, tante, om, dan semuanya. Sudah malam, nanti takut dicariin Mama dan Papa dirumah.Terima kasih atas kebaikan kalian malam ini. Stella pamit pulang yaa.."
    "Iya nak, hati-hati di jalan yaa." kata Mama Melody.
    "Kamu pulang sama siapa Stell? tanya Papa Melody.
    "Aku di jemput supir kok Om. Udah nungguin di luar.."
    "Hati-hati ya Stell. Thanks ya udah mau rayain ultah Mamaku."
    "Iya Mel. Sama-sama. Bye.."
    Stella pulang dengan perasaan sangat gembira. Namun mobil yang di naikinya tidak sengaja tertabrak oleh mobil lain yang ada di belakang. Dan sebuah kecelakaan terjadi tidak jauh dari rumah Melody. Melody yang sedang menyingkirkan gelas ke dapur, tiba-tiba saja gelasnya terjatuh. Dan Melody mendadak berprasaan buruk. Entah apa itu, ia belum tahu.
    Keramaian terjadi di lokasi kecelakaan. Tragedinya, mobil dibelakang ternyata di kendarai oleh seorang pemuda yang sedang mabuk. Maka konsentrasinya tidak bisa berjalan dengan benar. Stella yang kepalanya terbentur pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh supirnya. Supirnya yang juga mengalami luka ringan, secepat mungkin menolong anak majikannya itu.
    Supir pribadi Stella lalu menelpon majikannya. Mama dan Papa Stella pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya.
    "Benturan yang terjadi pada kepala Stella untungnya tidak terlalu keras, Stella akan bisa sehat seperti semula dalam waktu tiga atau empat hari lagi.." ucap Dokter.
    "Syukurlah, anak saya tidak apa-apa. Apa kami boleh masuk melihatnya dok?" tanya Mama Stella.
    "Silahkan. Itu sangat diperbolehkan." kata Dokter.
    "Stella, bagaimana keadaan kamu nak? Mama dan Papa khawatir.."
    "Stella nggak papa kok Ma, Pa. Maaf ya udah bikin kalian khawatir."
    "Udah, jangan banyak bicara dulu nak. Kamu istirahat saja dulu ya.." pinta Papa.
    Mereka berdua meninggalkan ruang itu dan keluar menemui supir pribadi Stella yang juga mengalami luka di kepalanya.
    "Tuan, Nyonya, maafkan saya. Saya tidak bisa menjaga Stella dengan baik. Maafkan saya.." kata Supir itu sedih.
    "Udah, tidak apa-apa Pak. Bapak sudah lama bekerja untuk kami, kami juga sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Ini bukan salah bapak.." kata Papa.
    "Terima kasih Tuan, Nyonya.."
    (*)
    Satu hari Stella tidak hadir ke kampus, Melody merindukannya. Hari kedua Stella masih tidak hadir, Melody semakin khawatir dan merindukannya. Ia memutuskan untuk ke rumah Stella dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
    "Apa tante? Jadi Stella sekarang di rumah sakit?" kata Melody kaget.
    "Iya nak. Sudah dua hari yang lalu setelah pesta Mamanya nak Melody kemarin."
    Berarti saat gelas yang tiba-tiba pecah itu, itu pertanda buruk tentang Stella. Kenapa aku sampai tidak bisa menyadari itu? Bodohnya aku. Batin Melody.
    "Kalau begitu Stella ada di rumah sakit apa tante? Aku mau jenguk dia."
    "Rumah sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo nak.."
    "Makasih ya tante, Melody mau kesana dulu."
    "Iya nak, sama-sama. Hati-hati yaa."
    Melody pun bergegas pergi ke rumah sakit yang dimaksud.
    "Stella maafin aku. Waktu aku butuh kamu, kamu selalu ada. Tapi waktu kamu butuh aku, aku nggak ada disana. Tunggu aku, aku akan datang.." batin Melody.
    Sementara itu..
    "Mel, kamu dimana? Apa kamu masih belum tahu kalau aku terbaring lemas disini? Atau kamu udah tahu tapi nggak peduli? Aku butuh kamu sekarang Mel. Disini sepi banget, aku kesepian. Aku butuh kamu yang bisa nemenin aku.." batin dan pikir Stella.
    Melody pun tiba di rumah sakit. Ia bertanya di ruang berapa Stella dirawat. Setelah tahu, ia langsung menuju ke ruang itu. Ketika ia kesana..
    "Stellaaa.." kata Melody khawatir.
    Tapi di ruang itu kosong. Stella tidak ada disana. Melody semakin sedih. Ketika ia ingin menemui sahabatnya, Stella justru tidak ada.
    "Dimana kamu Stell?" ucap Melody sambil ngos-ngosan karena berlari ke ruang itu.
    Melody mengelilingi rumah sakit dan mencari dimana sahabatnya berada. Berkali-kali ia mencari, tapi tidak ada. Melody lalu duduk lemas di kursi taman yang ada di rumah sakit itu. Ia melihat seorang gadis dengan seragam pasien yang sedang duduk di seberangnya sambil melihat langit biru.
    "Apa itu Stella? Batinnya.
    Melody menghampiri gadis itu, dan ternyata benar, ia Stella.
    "Stella.." ucap Melody memeluk erat sahabatnya itu.
    "Melody. Aku kangen kamu.." kata Stella.
    "Aku juga Stell, baru dua hari nggak ketemu, tapi rasanya lama banget.."
    "Kenapa baru sekarang kamu kesini? Apa sebelumnya kamu nggak tahu?"
    "Sebenernya setelah pesta itu, aku dapet siasat dari gelas yang aku bawa dan tiba-tiba pecah. Tapi aku nggak mau berpikiran negatif tentang kamu, jadi aku abaikan itu. Tapi ternyata, itu malah kenyataan yang sebenernya.." jelas Melody.
    "Ya udah, nggak papa kok. Tapi apa kamu juga lupa sama janji kita dulu sampai-sampai kamu seakan nggak sadar sama kondisi aku?"
    "Janji apa? Yang mana Stell?"
    "Hhehe, ternyata kamu lupa. Ya udah, lupakan aja Mel." ucap Stella tersenyum.
    Melody penasaran, janji apa yang pernah mereka berdua ucapkan. Ia mencoba mengingatnya. Ia ingat, lalu..
    "Jika suatu hari kamu merindukan seseorang, kamu bisa memanggil aku. Aku tidak berjanji bisa menghapus rindumu itu, tapi aku bisa menggantikan orang yang sedang kamu rindukan.." ucap Melody.
    Stella pun, kaget. Ternyata Melody masih ingat janji lama itu. Dan ia sadar kalau Melody memang sahabat terbaiknya. Sambil menatap langit biru yang indah, Stella melanjutkan..
    "Jika suatu hari kamu menangis, kamu bisa memanggil aku. Aku tidak berjanji bisa menghentikan tangismu dan membuatmu tertawa. Tapi setidaknya aku bisa menangis bersamamu.." kata Stella.
    "Jika suatu hari nanti kamu sakit hati, panggil saja aku. Mungkin aku tidak bisa mengobati sakit hatimu itu, tapi aku bersedia sakit hati bersamamu." ucap Melody.
    "Jika suatu hari kamu tidak ingin mendengarkan siapapun, panggillah aku. Aku berjanji akan ada disana untukmu, dan akan benar-benar diam bersamamu.." lanjut Stella.
    Melody mulai meneteskan air mata mengingat semua kenangan dengan Stella. Dan melanjutkan janji mereka.
    "Jika suatu hari nanti kamu ingin pergi karena suatu masalah, jangan ragu untuk memanggilku. Aku berjanji untuk tidak memintamu tetap tinggal, tapi aku bisa pergi berdua bersamamu.." kata Melody.
    Stella ikut meneteskan air mata. Ia memegang tangan Melody, dan mengucapkan janji terakhir mereka..
    "Tapi jika suatu hari nanti kamu memanggilku dan aku tidak datang, datanglah dan secepatnya mencariku. Karena mungkin aku yang membutuhkanmu.." janji itu mereka ucapkan bersamaan..
    "Thanks Mel, kamu sahabat terbaikku.."
    "Kamu juga Stell. Terima kasih.."
    Langit biru yang indah menjadi atap persahabatan mereka. Rumput hijau yang subur menjadi lantai persahabatan mereka. Bunga-bunga di taman seolah menjadi bagian dari keindahan persahabatan mereka berdua. Itulah persahabatan yang sejati. Jangan ada saat pada saat kamu sedang membutuhkan dia saja, tapi datanglah juga saat dia membutuhkanmu. Saat kamu disana, dan dia tak ada, mungkin di tempat lain sahabatmu membutuhkan kamu.

~ END ~

Quotes inti dari cerpen ini : Persahabatan itu satu jiwa yang terdiri dari dua orang. Dan sahabat itu orang yang tahu semua tentangmu, dan masih mau menjadi sahabatmu tanpa meragukanmu. Maka jangan pernah berjalan di belakang sahabatmu, dia mungkin tidak mau memimpin. Jangan berjalan di depan sahabatmu, dia mungkin tidak akan mengikuti. Tapi berjalanlah di sampingnya, dan bersama menjadi sahabatnya.

LONG DISTANCE RELATIONSHIP

ane mau share/curhat kisah cinta ane sama cewek jepang gan.. Sebut saja akicha
yang jelas dari awal gak pernah niat punya cewek dari jepang, semuanya terasa seperti mimpi..sebelumnya ane minta maaf kalo cerita ane acak2an,soalnya ane nubi, jadi ane gak tau cara bikin cerita yg bener.. jadi tolong jangan di ketawain

--kenalan dan jadian
agan tau kan PICO? game buat chatting di facebook..nah berhubung ane suka banget sama hal2 yang berbau Jepang, dan juga pada saat itu ane lagi belajar bahasa Jepang, ane sering masuk ke room yang banyak orang Jepangnya, niatnya sih biar bisa belajar langsung bahasa Jepang.ane kenalan sama anak Indonesia yg juga suka sama Jepang (cewek).singkatnya dia ngenalin ane sama cewek Jepang,"eh aku ada kenalan cewek Jepang loh! dia suka sama Indonesia, mau di kenalin gak?" jelas aja ane mau.. terus ane dikenalin deh... setelah beberapa hari kenal ane langsung nanyain ID Skype nya dia, biar bisa ngobrol langsung,padahal ane baru banget belajar bahasa Jepang.tiap ngobrol pasti harus aja ada kamus, soalnya dia gak ngerti sama sekali bahasa Indonesia. setelah beberapa hari ngobrol di skype, dia beli webcam gan.. ane jadi bisa liat mukanya langsung via skype, jujur ane langsung suka tiga hari dari hari itu ane nembak dia gan, padahal dia belum sempet liat muka ane via webcam, cuma baru liat photo2 aja..awalnya sih dia gak mau, katanya gak mungkin lah pacaran jarak jauh buat dia.. tapi beberapa hari dari hari ane nembak dia akhirnya mau, tapii... cuma pacaran via internet, maksudnya dia, cuma status berpacaran doang di facebook.. walopun gitu ane tetep mau, yaa daripada jomblo.. seenggaknya ane ada status berpacaran

--pacaran mulai serius
sekitar 3 bulanan ane jadian sama dia, ternyata dia pengen ketemu ane gan, dan katanya dia pengen ke Indonesia, dan kebetulan ane pernah ngenalin dia tmn ane yg satu kota sama dia yg lagi kerja di kedutaan besar Jepang di Indonesia, dia minta saran dari temen ane itu. dia takut juga mau datang ke Indonesia soalnya banyak berita2 kayak terorrist dsb. bahkan ibunya dia pernah bilang gini "mau apa ke Indonesia? pengen mati kamu?" tapi singkatnya dia maksain buat datang ke Indonesia, dan pastinya setelah dia denger cerita tmn ane yg di kedutaan yg bilang kalo Indonesia gak seburuk itu

--pertama kali ketemu
singkat cerita dia udah beli tiket pesawat buat ke Indonesia, dan karena ane kere.. dia ngirim duit buat booking hotel 19 Januari 2013 (salah tahun, gan yg bener 2012) ane jemput dia ke bandara soekarno hatta..dan temennya dia sama pacarnya juga ikut jemput dia ke bandara. jujur aja ane baru pertama kali ke bandara, dan gak ngerti sama sekali harus gimana.. yg jelas ane udah janjian ketemu di 2 gate entah itu namanya lupa lagi,30 menit sebelum dia mendarat ane bolak balik terus diantara kedua gate itu, soalnya takutnya pesawat mendarat lebih cpet (ane gak liat sama sekali semacam papan informasi pesawat mendarat) soalnya gak ngerti sama sekali. pas ane balik ke gate awal ane nunggu, ane liat cewek putih tinggi lagi diajak ngobrol entah supir taksi ato apalah, ane masih ragu beneran dia bukan..ane coba samperin sambi nyebut nama dia,akicha ya??? dia ngangguk sambil senyum.. bener2 keliat lebih cantik pas ketemu langsung daripada di photo/webcam.dari situ cuma satu yg ane pikirin, pasti dia langsung ngajak putus.. kaget, seneng, bingung,minder, takut campur aduk. tiba2 ada telepon dari tmnya dia, ketemuan terus langsung pergi ke kostan tmnya dia pake taksi.. dari awal ketemu ane masih ragu dia suka sama ane.. tapi pas ane jalan2 berempat ke salah satu plaza di Jakarta, tangan dia nempel2 terus ke tangan ane kayak yg pengen dipegang, yaudah ane coba pegang dan.. dari situ ane yakin dia mau sama ane

--ketakutan di jalan
pas dia datang ke Bandung waktu ane bawa jalan lewat ke pasar burung yg penuh dengan bapak2 hampir semua ngeliatin terus kami berdua. dia nangis sambil teriak2 "apaan sih liat2 terus? saya emang putih dari lahir, jadi bukan salah saya,jangan liatin terus dong!" (pake bahasa Jepang) otomatis mereka malah makin ngeliatin dia gan..disangkanya ane lagi berantem sama cewek ane mungkin sempet ane bonceng dia pake motor temen dia teriak2 ketakutan "kowai kowai!!" "takuut takuut!", dia juga keheranan ngeliat jalanan yg penuh sama motor dan macet.

dimanfaatin sopir taksi
ane sempet ketipu sama taksi gan 2 kali gara2 bawa cewek ane..pertama taksi yg emang gak punya nama, pas diperempatan itu ongkos langsung nglonjak dari sekian ribu jadi 200ribu.. kesel banget pengen marah tapi gak jadi soalnya kasian cewek ane, ane ngalah deh ngasih ongkos 300 sekian ribu.. terus yg keduanya pas dia mau balik ke Jepang, nyari taksi kesana sini susah gak dpt2, nelpon ke bulubird gak dikasih katanya dari tempat ane gak ada taksi itu yg deket atau apalah lupa lagi.Akhirnya nemu taksi ekpres , ane datengin gak ada tanda pengenalnya tapi berhubung ane udah percaya ama ini taksi ane naik aja gak banyak ngomong, langsung jemput cewek ane di hotel tempat dia nginep, terus pergi deh..nah kalo yang ini argonya terus2an naik walaupun lagi macet mana naiknya gede pula..waktu itu di daerah astana anyar Bandung, dari sini cewek ane marah2 ke supir taksi "ane.. ane..ane..!!!" "ck.. ckk..ckk!" "ane.. ane.. ane!!!" itu dia maksudnya bilang "aneh.. aneh.. aneh!!" ane tadinya mau marah malah jadi ketawa gan.. waktu itu bner2 gak bisa mikir panjang, mana lagi buru2 ngejar waktu, padahala tadinya kalo ane photo/video orangnya kayaknya bakalan bener lagi tuh argo..tapi akhirnya ane turun deh di perempatan astana anyar, lagi2 ane bayar pas sama argo yg tertera dari situ ane jalan berdua sambil dorongin koper,mana panas macet total orang2 pada ngeliatin
serasa di felem aja gan..
akhirnya nemu deh taksi ge***ri**h, dari situ gak
mau lagi ketipu langsung aja ane nego harga, dan
berhasil sampai ke tempat travel di cihampelas

--pertama kali di bawa ke rumah
pertama kali ane bawa ke rumah ane sendiri gan,
semua orang di gang pada ngeliatin(rumah ane
masuk gang), bahkan sempat diikutin sama bocah2 kayak ngikutin ondel2 kalo disini cewek ane malah ngasih permen ke
bocah2nya jadi tambah banyak dah tuh bocah.. pas sampe rumah ternyata babeh ane bibirnya
entah bocor atau kenapa, di rumah udah banyak
sodara ane, katanya pengen liat bahkan tmen2
nongkrong babeh ane sampe banyak yang datang kayak yg ngelayad orang sakit cewek ane sempet takut gan, soalnya liat pakean
babeh ane putih2 kayak ane mau tunangan gitu,
mana rumah dibersihin sebersih2nya, padahal
biasa berantakan.
dan hampir semua keluarga besar nenek ane tau
gan padahal ane belum pernah nyerita sama mereka dan sampe sekarang alhamdulillah, hubungan ane
masih awet.. meskipun sering sekali berantem
gara2 hal sepele,
dia udah sekitar 6 kali kirim surat ke ane gan, 2
surat biasa 4 lagi paketan makanan, souvenir, baju
dll.. karena keseringan kirim2 barang akhirnya ane bilang gak usah ngirim2 lagi soalnya kasian
dianya di Jepang nya kan dia bukan termasuk
orang kaya. dan dia baru 3 kali ke Indonesia, 1kali
ke bali (sebelum kenal ane) yg 2nya lagi ke
Indonesia buat ketemuan sama ane.

berhubung keuangan ane sangat2 tipis, ane
sekarang jarang skype palingan cuma whatsapp,
kadang2 sih seminggu sekali skype buat denger suara dia biar ilang kangennya.. dia udah mau masuk agama ane gan(Islam), udah
ane terangin semua soal puasa, larangan makan
babi, alkohol, harus pake kerudung..
dia bilang yang paling berat mungkin harus
berhenti makan daging babi sama puasa, tapi
"berusaha!" katanya

ane hanya orang biasa, orangtua ane udah lama cerai gan.. ekonomi ane seret bener gan, motor aja gak
punya sempet sih punya (nganjuk) tapi udah
dibalikin lagi soalnya gak kebayar cicilan.. waktu pertama jadian sih ane masih jadi operator
warnet..
dan di warnet itu juga ane belajar bahasa Jepang
sampe kenalan sama cewek ane..
tapi sayangnya warnetnya keburu bangkrut dan
ane sekarang nganggur, baru beres lamar sana sini, tinggal nunggu panggilan.. dan cewek ane nerima ane apa adanya, ane jujur
sama dia gak ada yg ditutup2in..
dia bilang gini "asalkan bisa berdua sama kamu aku udah senang!" seneng banget ane gan, tapi tetep aja dia nyuruh ane nyari kerja.. dan
itu jadi motivasi buat ane gan!

Jumat, 15 November 2013

Sepeda dan Sneakers Vienny

Pagi yang sunyi, disebuah kota kecil tempat tinggal baruku.Aku sudah rapi dengan seragam sekolah dan menenteng sneakers yang akan kupakai,hari pertamaku bersekolah disini."Vin, sudah buka toko belum? Ibu taruh uang jajanmu diatas lemari toko.","udah bu."jawabku.Ya, aku Viny.aku berasal dari keluarga sederhana penjual bunga.Kami baru pindah kemarin.

***

Dengan kayuhan sedang kulewati jalan yang sepi,namun ramai pedagang dipinggir jalan,sampai akhirnya terlintas oleh pandanganku pada suatu kios yang menjual sepatu antik,sepeda antik,dan alat tulis antik.Dan semuanya telah rapuh dan usang,kuberhentikan sepedaku dan masuk kedalam toko tersebut."Permisi pak,"kucoba menyapanya,"Iya anak muda, mengapa engkau disini?kayuhlah sepedamu dan sekolah!"dengan sedikit membentak dia berbicara padaku,"Saya hanya mau bertanya, kenapa bapak menjual barang yang sudah usang dan tua? apa bapak tidak ada modal untuk membeli yang baru?"kucoba bertanya.


"Pergi sekolah dulu nak,aku tidak akan menjawabmu sebelum kau mengayuh sepedamu kesekolah dan mendapat nilai 100."jawabnya.Aku tercengang mendengarnya, segera kukayuh sepedaku dan meninggalkan toko itu.Diperjalanan, kata-katanya tadi masih terbayang dipikiranku.

***

Disekolah, sewaktu pelajaran matematika,"Anak-anak,hari ini kita akan mengadakan ulangan.Dan bagi yang tidak mendapat nilai 100,saya tidak akan beri kalian nilai di raport."jelasnya,Aku kaget setengah mati, sudah 2 orang mengatakan kata-kata itu kepadaku.Akupun merasa tertantang untuk memperebutkan nilai 100 tersebut, dan.."Ya selamat Viny dan 8 lainnya kalian mendapat nilai 100."ucap guru itu,aku yang senangnya bukan main langsung meraih lembar jawabanku.
Bel pulang berbunyi.

***

Kukayuh sepeda secepat mungkin,Dengan mengantongi angka 100, aku sudah berharap pertanyaanku akan dijawab oleh pemilik toko tersebut,sesampainya disana,"Pak, permisi."aku mengetuk pintunya dengan tidak sabar.


"Ada apa nak?"pemilik tokopun datang,"Saya sudah mendapatkan nilai 100 disekolah tadi,pak.Jadi, bapak maukan jawab pertanyaan saya tadi pagi."kataku memohon."Baiklah nak,sebenarnya barang-barangku tidak untuk dijual,nak."Katanya."Hah? jadi untuk apa ini semua dipajang?"tanyaku heran,"Ini kita bisa ambil makna sejarahnya, kau lihat sepatu yang itu, itu pemiliknya adalah mantan Presiden Jepang, dan sepeda ini milik Ir. Soekarno, mereka adalah orang hebat yang patut kita hargai, karna lewat barang-barangnya inilah dia menciptakan Sejarah emas dan pemimpin negara."jelasnya,Aku hampir tak bisa berkata apa-apa lagi,"Dan saya harap, nak.kau bisa menjadi seperti mereka yang terhormat dan dihargai."timpalnya.
Aku lalu berpamitan dan pulang dengan senyuman penuh motivasi.dalam hidup ini,yang penting adalah berusaha menjadi baik, karna dengan baik itulah kita bisa dihargai dan dihormati.

PAYUNG PINK

“Ah hujan!!” keluh Adhe sambil berlari menuju ke kelas, “apa-apaan ini, jam segini udah ujan” ya memang hari itu hujan turun lebih awal, biasanya sore baru hujan namun waktu itu jam 10 pagi dan sudah hujan. Akhirnya Adhe sampai di kelas. “Seharusnya saya ke kantin dulu tadi, ah ntar aja pas istirahat kedua” hari itu Adhe memilih tempat duduk agak belakang dan dekat dengan jendela, agar sewaktu-waktu dia dapat melongok ke jendela, “Ah masih lama ini guru datengnya, apalagi hujan” keluh Adhe lagi, lalu Adhe berjalan mendekati jendela. Kelas Adhe terletak di lantai 2 sehingga dia bisa melihat-lihat ke Lapangan di bawah. Saat dia sedang mengamati sekeliling, tiba-tiba dia melihat cewek memakai payung pink, sesaat dia melongok keatas, mungkin dia melihat apakah masih hujan atau tidak, karena waktu itu hujan agak reda. “Cewek itu manis sekali” pikir Adhe, “Kelas berapa dia ya ?” Adhe bertanya-tanya dalam hati.

Bel pulang berbunyi, dan hujan pun reda. Adhe bergegas pulang kerumah karena dia takut terjebak hujan lagi dan tak bisa pulang. Sesampainya di rumah Adhe masih penasaran dengan cewek yang memakai payung pink tadi, seharian Adhe gunakan waktunya untuk memikirkan cewek itu. Paginya Adhe bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah lagi, “Semoga hari ini hujan lagi, agar aku bisa melihat cewek yang kemarin lagi” Adhe senyum-senyum sendiri, lalu dia pun bergegas berangkat menuju sekolah.

Sebenarnya Adhe masih agak mengantuk saat pergi ke sekolah hari ini, karena semalaman Adhe memikirkan cewek yang dilihatnya di sekolah. Kelas sudah ramai, tapi untung bangku yang kemarin masih kosong, Adhe duduk disitu lagi hari ini agar bisa melihat cewek yang kemarin lagi. Hingga siang hujan tak juga turun “Ah apes, hari ini nggak hujan, nggak bisa liat cewek yang kemaren lagi deh” saat pulang sekolah tiba-tiba hujan turun dengan derasnya “Huehehe, kayanya saya bakalan liat cewek yang kemarin lagi nih” pikir Adhe dalam hati, “Ah mana dia, knapa nggak lewat-lewat lagi” lalu Adhe berjalan ke kantin dan hujan pun sudah agak reda, Adhe merasa agak lapar karena hari itu sudah agak sore sehingga dia mulai lapar. Sesampainya di kantin dia pun mulai makan. “Ah kenyang, pulang ah” kata Adhe setelah selesai makan, namun tiba-tiba hujan turun lagi “Ah apa-apaan ini, ujan lagi” Adhe terperangkap di kantin. Tiba-tiba keluar cewek dengan payung pink dari kantin sebelah, dia berjalan sendirian. “Hah!! Cewek yang kemarin” kata Adhe dalam hati, belum jauh cewek itu jalan tiba-tiba dia terpeleset, mungkin jalannya licin karena hujan, kelihatannya kakinya agak terkilir, lalu Adhe langsung pergi menghampiri cewek itu, “Kamu tidak apa-apa ?” tanya Adhe, “Sepertinya kakiku agak terkilir” jawab cewek itu sambil menahan sakit, “Masih bisa jalan kan, saya bantu sampai ke UKS ya ?” cewek itu hanya mengangguk, lalu Adhe memapahnya berjalan hingga ke UKS, untung waktu itu UKS belum tutup, karena masih ada ekstrakulikuler. Adhe mengambilkan obat untuk kaki cewek itu. “Nama kamu siapa ?” tanya Adhe, “Frieska” jawabnya dengan singkat, sepertinya dia pemalu. Beberapa menit berlalu dalam diam, hingga tiba-tiba Frieska berkata “Adhe, bisa antar saya sampai gerbang sekolah ?” tanya Frieska, “Hhmmm, iya, ayo, tapi masih hujan ?” “Ya kan ada payung” jawab Frieska “Ah, iya ya, lupa, hehe” mereka berdua tertawa, “Ayo” ajak Adhe, lalu Adhe pun memapah Frieska berjalan menyusuri lapangan di bawah guyuran hujan terlindung di bawah payung pink. Sesampainya di gerbang sekolah ternyata Frieska sudah dijemput oleh ayahnya. “Adhe, terima kasih ya, ma’af merepotkan kamu” kata Frieska, “Ah tidak apa-apa, cepat sembuh ya, oh iya, payungnya ?” “Sudahlah, bawa kamu dulu, kamu kan membutuhkan payungnya, dan biar kita bisa ketemu lagi” kata Frieska sambil tersenyum, lalu mobil Frieska pun pergi meninggalkan sekolah, Adhe masih memandang mobil itu hingga mobil itu tak terlihat lagi. “Hari yang indah” kata Adhe lirih sambil tersenyum.

Detektif Ve

“Niiit… niiit…” suara handphone berdering.
“Halo… iya baik aku akan segera kesana.” Ucap seorang wanita.

Wanita itu bergegas menuju mobilnya menuju suatu tempat. Wanita itu melesatkan mobilnya di tengah malam yang dingin dengan di iringi rintik air hujan. Wanita itu adalah seorang detektif, Ve namanya, seorang wanita yang cantik, manis dan juga cerdas.

Tak butuh waktu lama, Ve pun tiba di suatu halte yang letaknya hanya 3 blok dari sebuah bank. Disana terlihat kerumunan masyarakat menyaksikan petugas kepolisian yang sedang mengidentifikasi sesosok mayat pria dewasa.

“Ve, cepat kau lihat ini.” Seorang inspektur kepolisian mengahmpiri Ve yang menyalip di tengah kerumunan masyarakat. Ve menghampiri mayat pria itu dan membuka kain penutup wajah di mayat.
“Dia kan?” Ucap Ve terkejut.
“Aku menemukan ini di dekat korban.” Ucap inspektur sambil menunjukkan sebuah tas berisi uang, sebuah pistol dan sebuah kalung berbentuk setengah hati.

Dari kejauhan datang seorang petugas kepolisian dengan napas terengah-engah.

“Lapor inspektur, telah terjadi pencurian di bank yang letaknya tidak jauh dari tempat ini.” Lapor petugas itu.
“Baiklah aku dan detektif Ve akan segera kesana. Sekarang bawa korban ke rumah sakit untuk di visum. Dan bawa barang bukti yang telah di temukan ke markas.” Ucap inspektur.

Ve dan inspektur bergegas menuju bank.

“Bagaimana kejadiannya?” Tanya inspektur kepada security bank yang terlihat masih shock.
“Tadi ketika aku sedang berjaga, aku di pukul seseorang dari belakang dan aku pun tak sadarkan diri. Ketika aku sadar, aku sudah berada di dalam gudang dengan tangan terikat di belakang. Langsung saja aku berteriak minta tolong. Dan untung saja orang itu mendobrak pintu gudang dan menolongku.” Ucap security bank menjelaskan.
“Kau yang menolongnya?” Tanya inspektur kepada seorang pria.
“Iya, saat itu aku melihat pintu belakang bank terbuka dan terdengar suara minta tolong. Langsung saja aku menuju suara itu yang ternyata berasal dari gudang.” Ucap pria itu menjelaskan.

Tiba-tiba Ve datang dari dalam bank menuju gudang, tempat inspektur berada saat ini.

“Inspektur aku menemukan ini.” Ucap Ve menunjukkan sebuah balok yang dia temukan di dalam bank.
“Steve?” Ucap Ve terkejut.
“Ve?” Ucap pria yang tadi menolong security.

*

Pagi itu Ve sedang menikmati sarapan bersama adik satu-satunya yang bernama Jessica. Ve hanya tinggal berdua dengan adiknya.

“Semalem kamu kemana Jes?” Tanya Ve.
“Hmm… semalem aku... semalem aku… aku ke supermarket, aku berangkat dulu ya kak.” Ucap Jessica dengan gugup.
“Iya hati-hati.” Ucap Ve.

Ve heran dengan sikap Jessica pagi ini. Tidak seperti biasanya, Jessica yang periang dan banyak bicara, pagi ini sedikit berubah menjadi pendiam dan gugup dalam berbicara. Ya mungkin dia sedang ada masalah di sekolahnya atau mungkin punya masalah dengan teman-temannya.

*

Siang itu Ve melangkahkan kakinya di lorong markas kepolisian yang terlihat sibuk. Langkah Ve terhenti di sebuah ruangan bertuliskan “Ruang Investigasi”.

“Inspektur.” Sapa Ve.
“Oh Ve, ayo cepat kesini.” Balas inspektur.

Ve berjalan menuju sebuah meja yang berada di tengah ruangan. Dimeja itu terlihat barang bukti yang kemarin ditemukan ditempat kejadian.

“Lihat ini Ve.” Ucap inspektur sambil menunjukkan selembar kertas berisi biodata mayat yang di temukan di halte kemarin.
“Ya, aku juga sudah tau. Dia adalah buronan pembunuhan waktu itu.” Ucap Ve sambil teringat kejadian pembunuhan adik Steve, pacar Ve.
“Aku telah menemukan sidik jari pada balok yang diduga dipakai untuk memukul security bank itu. Dan ternyata itu adalah sidik jari mayat pria yang berada di halte itu. Bisa dipastikan mayat itulah yang mencuri di bank itu, hal ini karena diperkuat dengan tas berisi uang yang ditemukan di samping mayat itu dan jumlah uangnya sama dengan uang yang hilang di bank.” Ucap inspektur menjelaskan.
“Lalu bagaimana dengan pistol itu? Siapa yang menggunakannya?” Tanya Ve.
“Itulah yang membuat ku heran. Sidik jari pada pistol itu juga sidik jari milik mayat itu. Dan kau juga tau ada luka tembak di kepala si mayat.” Ucap inspektur sambil mengerutkan wajahnya.
“Jadi maksudmu, mayat itu bunuh diri setelah dia mencuri di bank?” Tanya Ve heran.
“Ya mungkin saja.”

Tiba-tiba datang seorang petugas kepolisian membawa sebuah berkas.

“Lapor inspektur. Ini berkas hasil visum mayat yang ditemukan di halte kemarin.” Ucap petugas itu sambil memberikan berkas yang dia bawa.

Inspektur dan Ve membaca berkas itu dengan wajah serius.

“Sepertinya ada keganjilan pada kasus ini. Dari hasil visum, dinyatakan bukan hanya luka tembak dikepala saja, tapi ada luka lebam dipunggung, ulu hati dan belakang kepala korban.” Ucap Ve terheran.

Inspektur dan Ve terdiam sejenak.

“Berarti ada kemungkinan mayat ini dibunuh dengan benda tumpul. Lalu untuk menghilangkan jejak, setelah korban tak bernyawa, si pembunuh menembakan pistol ke kepala korban dengan menggunakan tangan korban.” Ucap Ve.
“Mungkin benar, tapi kita tak menemukan benda tumpul sebagai bukti kecuali balok kayu yang ada di dalam bank itu. Tapi tidak mungkin si pembunuh memakai balok itu karena balok itu berada didalam bank sedangkan pembunuhan itu terjadi di halte yang jaraknya 3 blok dari bank itu.” Ucap inspektur.
“Pasti ada barang bukti lain, kalo begitu sekarang aku akan ketempat kejadian semalam. Permisi inspektur.” Ucap Ve dan beranjak pergi.

Ve bergegas menuju tempat kejadian dengan mengendarai mobilnya.

*

Siang itu Ve tiba di tempat kejadian yang terlihat sepi dan masih terpasang garis polisi. Masih ada percikan darah di tempat kejadian. Ve mengelilingi halte tempat kejadian itu. Dia telusuri dengan teliti tempat itu untuk mencari benda tumpul yang pakai untuk membunuh korban. Lama dia mencari, tapi dia tidak menemukan apapun.
Ve pun berinisiatif menelusuri jalan menuju bank yang juga terjadi kasus pada malam itu. Perlahan dia menelusuri jalan hingga sampai di bagian belakang gedung bank itu. Dan Ve juga tidak menemukan apapun. Tapi tunggu dulu. Mata Ve tiba-tiba tertuju pada sebuah balok yang berada di samping pintu belakang bank itu. Ve terkejut melihat ada bercak darah pada balok itu. Ve langsung mengambil balok itu. Dia masih heran kenapa ada balok dengan bercak darah di samping bank. Apa mungkin ini balok ini dibuang oleh toko daging yang berada di samping bank itu? Dengan rasa penasaran, Ve masuk ke toko daging yang ada di samping bank itu.

“Kliniiing… Kliniiing…” Bunyi bel di pintu toko daging.
“Ada yang bisa saya bantu nona cantik?” Sapa penjual di toko daging itu.
“Maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud untuk membeli daging, tapi saya ingin menanyakan sesuatu. Apa bapak yang membuang balok ini?” Tanya Ve sambil menunjukkan balok yang dia temukan itu.
“Aku tidak pernah membuang apapun kecuali daging-daging yang telah busuk.”
“Terima pak atas informasinya.”

Ve pergi meninggalkan toko itu. Belum jauh dia melangkah, dia melihat sobekan kain dengan bercak darah pagar toko itu. Sepertinya itu sobekan jaket atau semacamnya

*

Malam harinya Ve mempunyai janji dengan pacarnya, Steve. Karena hari inigenap 3 tahun mereka berpacaran. Steve terlihat sedang menunggu Ve disebuahrestoran bernuansa Perancis dengan iringan music klasik. Ve pun datang dan langsung menutup amat Steve dari belakang.

“Aku tau. Pasti ini kamu ya.” Ucap Steve sambil memagang tangan Ve yang menutupi matanya.
“Haha kok kamu tau sih?” Ucap Ve yang bernajak ketempat duduknya yang berhadapan dengan tempat duduk Steve.
“Ya taulah, tangan selembut itu cuma kamu yang punya.”
“Kamu bisa aja deh.”
“Oh iya Ve, ada sesuatu nih buat kamu.” Ucap Steve sambil memberikan sebuah kotak berisi cincin.
“Ini? Makasih ya sayang.” Ucap Ve dengan wajah yang memerah.
“Iya sama-sama, makasih ya kamu udah menemani hari-hariku selama tiga tahun ini.” Ucap Steve dengan tersenyum.
“Iya sama-sama sayang. Makasih ya kamu udah nolongin security bank kemarin malam.”
“Iya kebetulan aja aku lewat situ. Yaudah kita makan dulu yuk.”

Ve dan Steve menghabis malam bersama di restoran itu dengan suasana yang romantis.

“Ve, aku ke kamar mandi dulu ya.” Steve beranjak dari kursinya dan meninggalkan jaketnya diatas meja.

Ve melihat jaket Steve robek di bagaian belakang. Ve tidak memperdulikannya, ya mungkin saja jaket itu tersangkut atau semacamnya.

*

Siang itu Ve kembali ke markas kepolisian.

“Aku telah menemukan sidik jari dari balok yang kamu temukan di dekat pintu belakang bank itu.” Ucap inspektur.
“Bagaimana hasilnya?”

Inspektur terdiam dan menundukkan kepalanya.

“Kita tidak menemukan apa-apa.” Ucap inspektur dengan ekspresi kecewa.
“Apa? Tapi…” Ucap Ve terheran.
“Kurasa pembunuhan ini sudah terencana. Dia pasti menggunakan sarung tangan dalam aksinya ini. Di semua barang bukti hanya ada sidik jari korban tak ada sidik jari yang lain.” Ucap inspektur.
“Baik kalo begitu aku akan kembali ke tempat kejadian untuk mencari informasi.” Ucap Ve sambil pergi meninggalkan markas.

Tiba di tempat kejadian, Ve mencoba bertanya pada pelayan super market yang berada persis di seberang halte.

“Silakan, mau beli apa nona?” Tanya pelayan super market.
“Apa bapak tau tentang pembunuhan yang terjadi di halte di dekat sini?”
“Ya saya tau, memangnya kenapa nona?”
“Apa bapak melihat keganjilan saat sebelum kejadian itu?”
“Aku tidak melihat apa-apa selain aku melihat seorang gadis dan pria yang membeli beberapa makan di supermarket ini dan aku juga melihat David di dekat halte malam itu.” Ucap si penjual itu sambil memegang dagunya.
“Siapa David?” Tanya Ve heran.
“Iya dia adalah David. Setiap malam dia memang sering mabuk-mabukkan, bahkan dia sering memalak orang-orang yang lewat di sekitar halte itu.”
“Apakah kau tau dimana rumah si David itu?”
“Aku tidak tau. Tapi aku sering melihatnya di sekitar jembatan yang berada di ujung jalan ini.” Ucap si penjual itu sambil menunjuk jalan yang ada di depan tokonya.
“Terima makasih pak atas informasinya.” Ucap Ve sambil pergi meninggalkan toko itu.

Ve melesatkan mobilnya ke jembatan itu. Setibanya di sana, dia melihat seorang pria bertubuh besar yang sedang merokok duduk di pinggir jembatan.

“Maaf apakah kamu yang bernama David itu?” Tanya Ve.

Pria itu tidak menjawab dan malah melihat Ve dengan tatapan tajam. Pria itu berdiri dan membuang rokoknya. Lalu berjalan kearah Ve.

“Siapa kamu?” Tanya pria itu.
“Aku Ve, dari kepolisian.” Ucap Ve sambil menunjukkan kartu pengenalnya.
“Ada urusan apa kamu menemui ku?”
“Jadi benar kamu David. Aku ingin menanyakan peristiwa pembunuhan di dekat halte kemarin malam. Kamu berada disana saat kejadian itu kan?”
“Apa untungnya jika aku menjawab pertanyaan mu?” Ucap David sambil meninggalkan Ve.
“Hey tunggu! Aku serius. Jika kamu tidak mau member informasi tentang kejadian itu, maka kamu akan aku tangkap.”

Mendengar hal itu, David malah berlari meninggalkan Ve. Ve mencoba mengejar David. David berlari kedalam hutan yang berada didekat jembatan itu.

“Kemana dia?” Gumam Ve dalam hati.

Ve langsung menelpon inspketur.

“Halo inspektur. Aku rasa aku tau siapa pembunuhnya.”

Tak beberapa lama inspektur datang dengan belasan orang petugas kepolisian. Ve, inspektur dan para petugas kepolisian menelusuri hutan kota yang tidak terlalu luas itu. Dan mereka melihat sebuah rumah kecil di pinggir hutan dekat sebuah danau. Mereka lalu mengepung rumah kecil itu.

“Tempat ini sudah di kepung. Cepat keluar!” Teriak inspektur.

Lalu seseorang keluar dari dalam rumah itu.

“Cepat tangkap dia!” Perintah inspektur.

Petugas kepolisian menangkap orang itu dan membawanya ke markas kepolisian. Saat Ve ingin pergi meninggalkan rumah kecil itu, dia melihat dari jendela 3 orang anak-anak berada di dalam rumah itu. Siapa mereka? Mungkin dia anak dari David. Ve beranjak sambil melihat ke arah rumah kecil itu.

*

Siang itu Ve kembali ke markas kepolisian.

“Bagaimana dengan orang yang bernama David itu inspektur? Apa dia benar pelaku pembunuhan itu?” Tanya Ve pada inspektur.

Inspektur hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ve pun menghela napasnya.

“Kurasa dia bukan pelakunya. Tapi menurutku dia adalah salah satu saksi kunci masalah ini. Masalahnya saat ini dia tidak mau berbicara apapun.”

Ve terdiam. Sejenak dia terbayang dengan anak-anak yang berada di rumah kecil itu. Ve merasa ada yang mengganjal dengan anak-anak itu. Ve pergi meninggalkan markas menuju rumah kecil itu.
Ve tiba di rumah kecil itu dan mengetuk pintu. Seorang wanita membuka pintu itu secara perlahan. Wanita itu membuka sedikit pintu rumahnya dan mengintip dari balik pintu. Nampaknya wanita itu ketakutan melihat Ve.

“Permisi… aku tidak akan menyakiti kalian.” Ucap Ve.

Wanita itu akhirnya mempersilakan Ve masuk. Ternyata wanita itu adalah istri dari David dan anak-anak itu juga anaknya David. Ve menanyakan masalah David kepada wanita itu. Dan nampaknya Ve mendapat informasi yang penting.

*

Siang itu juga Ve kembali ke markas dan memberitahukan informasi yang dia dapat kepada inspektur.

“Jadi begitu masalahnya. Tapi siapa orang yang di maskud istrinya David itu.” Ucap inspektur.
“Apakah sudah tidak ada barang bukti lain?” Tanya Ve.
“Oh iya aku tau.” Ucap inspektur sambil mengambil sesuatu di lemari barang bukti.
“Ini dia.” Inspektur menunjukan sebuah kalung berbentuk setengah hati.
“Ini kan? Kalung ini mirip dengan kalung Jessica.” Ucap Ve dengan terkejut.

Ve lansung menelpon adiknya, Jessica. Siang itu juga Ve menyuruh Jessica untuk datang ke markas kepolisian.

“Ada apa kak?” Tanya Jessica sambil membuka pintu ruang investigasi.

Tanpa banyak bicara, Ve langsung menunjukan kalung itu kepada Jessica.

“Itu kan?” Jessica terkejut.
“Apa ini punyamu?” Tanya Ve.
“Bukan kak, itu bukan punya ku.”
“Kamu bohong. Sejak kejadian pembunuhan malam itu, kamu terlihat aneh.”
“Coba kakak liat ini.” Jessica langsung menunjukkan kalung yang dia pakai dan memang mirip dengan kalung yang ditemukan di halte saat kejadian waktu itu.
“Jadi ini milik siapa? Dan kenapa kamu akhir-akhir ini terlihat aneh?”
Tiba-tiba Jessica langsung menutup matanya dan tertunduk. Nampaknya dia menangis. Ve langsung menghampiri Jessica dan menyuruhnya duduk.
“Kakak sebenarnya aku tau milik siapa kalung itu dan aku juga tau siapa pembunuh pada kasus malam itu.” Ucap Jessica dengan sedikit terisak.

Ve dan inspektur saling berhadap-hadapan. Jessica adalah saksi kunci dalam kasus ini. Jessica pun menceritakan semuanya kepada Ve dan inspektur.

“Kalo benar dia pelakunya, harus memiliki bukti yang kuat untuk membuktikannya.” Ucap inspektur.
“Aku tau!” Ucap Ve.

*

Malam harinya Ve mengajak Steve ke taman kota. Sepertinya ada suatu hal yang penting yang ingin di bicarakan.

“Hai Ve… udah lama nunggu ya?” Tanya Steve sambil memegang tangan Ve.
“Engga kok. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu, kamu tau ini?” Ve langsung menunjukkan kalung itu.
“Itu…” Steve terkejut.
“Sekarang sudah terkuak semuanya. Kamu kan pembunuh pada kasus malam itu.” Ucap Ve.
“Kenapa kamu menunduhku seperti itu?”
“Aku sudah tau semuanya Jessica sudah menceritakan semuanya kepadaku. Malam itu kamu bertemu Jessica di supermarket kan? Kamu sudah tau kan bahwa akan ada pencurian bank malam itu, karena kamu terus mengikuti korban. Lalu kamu menunggu korban di halte itu. Setelah korban melewati halte, lalu kamu pukul kepala, ulu hati dan punggung korban. Lalu datang David yang saat itu lewat. Dan istirnya David bilang kepadaku kamu mengancam akan membunuh David kalo dia melaporkan kejadian malam itu. Lalu kamu berlari meninggalkan tempat itu kearah belakang bank hingga jaket kamu tersangkut dan sobek di bagian belakang. Dan untuk menghilangkan jejak, kamu berpura-pura menyelamatkan security bank itu kan? Sudah jelas semuanya sekarang.”

Steve terdiam sesaat.

“Hmm… kurasa aku tidak bisa menyembunyikannya lagi. Ya, memang akulah pembunuhnya.”
“Tapi kenapakamu berbuat seperti itu? Kau bukan seperti Steve yang selama ini aku kenal.” Ucap Ve dengan ekspresi kecewa.
“Apakah kau tau? Dia adalah pembunuh adikku. Apa yang dilakukan polisi untuk menyelesaikan masalah adik ku itu? Mereka malah mengabaikannya. Dan apakah kau tau rasa sakitnya kehilangan seorang adik?” Ucap Steve dengan anada keras.
“Tapi semuanya itu tidak terselesaikan dengan cara seperti itu. Dendam hanyalah akan menambah parah masalah yang kamu hadapi.” Ucap Ve.

Suasana menjadi hening sesaat.

“Tapi itu semua telah terjadi. Maafkan aku Ve.” Ucap Steve yang langsung memeluk Ve.

Ve menangis dalam pelukkan Steve. Inspektur dan petugas kepolisian yang mengintai dari jauh perlahan maju dan langsung menangkap Steve dari belakang.

“Apa-apaan ini?” Steve terkejut.

Kedua tangan Steve di tarik oleh petugas polisi. Ve pun melepaskan pelukan Steve.

“Kamu ditangkap karena terbukti bersalah.” Ucap inspektur.
“Tapi…Ve… Ve…” Teriak Steve yang di bawa petugas menuju mobil tahanan.
“Pergi… ak tidak mau melihat mu lagi…” Ve pun menangis dan memalingkan wajahnya dari Steve.

Jessica datang dan memeluk Ve. Inspektur berjalan menuju Ve.

“Kalau kita merelakan sesuatu yang hilang dari hidup kita, pasti Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ucap Inspektur yang berdiri disamping Ve sambil melihat Steve yang sedang dibawa pergi oleh petugas kepolisisan.
“Kau merelakan salah satu hal yang terpenting dalam hidupmu… Kerjamu bagus, kau hebat detektif.” Ucap inspektur sambil beranjak meninggalkan Ve dan Jessica.

Ve melepaskan pelukkan Jessica dan menghapus air mata dengan tangannya. Kini kasus ini telah terkuak oleh seorang detektif yang cantik, manis dan cerdas, yang bernama Veranda..

Nabilah JKT48 Come In My Dream

Sebelum gw certain pengalaman gw main sama Nabilah JKT48, gw mau memperkenalkan diri gw dulu. Hoy nama gw Taufik Ramadhan sering di pangil ofik (@fiexrama) , gw tinggal di Ciamis, umur gw sekarang 15thn, gw bisa di bilang gw fans-nya JKT48, knapa gw nge fans sama JKT48? Coz di situ ada oshi gw “Nabilah Ratna Ayu Azalia” gw suka liat photo-photo Nabilah di Twitter-nya(@NabilahJKT48) atau di Fans page JKT48. Mungkin orang banyak yang nanya “ko lu suka Girl Band sih fik?” gw suka bilang “pfffft, BITCH PLEASE, JKT48 BUKAN GIRL BAND, MEREKA IDOL GRUP”. Munkin pertanyaan itu jga pernah di dengar oleh para Fans JKT48 yang lain.
Ok sekarang gw mau certain kejadian-nya. Waktu Minggu malam tgl 14 april 2013 gw liat Pas Mantab di Trans7, karna di situ bkal ada JKT48. Disitu gw ketaw sendiri di kamar sambil liat Pas Mantab, apalagi klo Sule udah ngaku jadi papah-nya Nabilah (masih kebawa peran di OVJ kali), dan sule ngomong ke Nabilah “Sini nak peluk papa” setiap sule ngomong begitu gw selalu ketawa. Dan yang gw suka pada saat Nabilah ketawa, pasti para Nabilaholic udah tau gimana ketawanya. XD
Beberapa jam kemudian Pas Mantab selesai, padahal gw lgi seru-serunya liat JKT48. Pk lah gapapa, gw masih kepikiran soal JKT48 yang ada di Pas Mantab tadi, sampe-sampe meskipun gw liat tinju di RCTI gw masih ketawa-ketiwi aja, hahahahy. Gw udah ngantuk banget dan gw langsung tidur.
Dimimpi gw tiba-tiba ada Nabilah, wah gw seneng dong entah gw itu temenya atau pacarnya? (Nabilaholic jangan pada ngiri ini cma mimpi) di situ gw main bareng sama Nabilah, kami main PS bareng, meskipun di dalam mimpi, tapi suara ketawa Nabilah yang khas terdengar lagi saat dia ketawa, di situ kita makan bareng sambil ngobrol-ngobrol. Hari sudah malam gw sma Nabilah pun tidur (tidurnya beda kamar)
Keesokan hrinya kami bermain di halaman belakang rumah yang kami tempati, di sana banyak kuda-kuda yang jinak dan rumput-nya agak becek,kami mencoba menunggangi kuda tsb. Satu kuda berdua, gw di belakang Nabilah di depan, di bagian seru inilah gw lupa lagi mimpi gw, tapi yang jelas sedang seru-serunya naik kuda kami berdua jatuh dari kuda, dan pas jatuh di atas lumpur otomatis baju kami kotor semua, di situ kami tertawa terbahak bahak sambil berbaring di rumput, saat Nabilah ketawa gw liat ke arah-nya dan makin jelas wajah-nya yang cantik dengan di hiasi tahi lalat di pinggir bawah bibirnya, dan giginya yang gingsul menjadikan wajahnya tampak lebih manis.

Untuk Yang Terakhir (Beby Chaesara Anadila)

Langsung saja kuambil tas yang biasa kubawa saat pertandingan. Ya pertandingan Futsal, aku memang sudah lama menggeluti olahraga ini. Hari ini akan diadakan pertandingan antar SMA tempat ku sekolah dengan SMA tetangga. Langsung saja kupacu motor matic ku ketempat pertandingan tersebut. Karena aku tak mau ketinggalan babak penyisihan kejuaraan antar SMA tingkat kota ini.

Sesampainya disana sudah ada teman-temanku yang sedang bersiap. Seperti biasa Guntur teman baikku langsung menyambutku di parkiran.

"Jim, gimana lu udah siap kan" tanyanya.
"Udah dong siap fisik dan mental" jawabku.
"Siip deh, tapi lawan kita kuat loh tahun kemaren di kejuaraan ini mereka cuma kebobolan 6 gol !" tambahnya.
"Tenang aja kali bro, kan ada gue" kataku menenangkan.
"Gaya amat lu, udah ayo masuk nanti dimarahin pelatih lagi" jawabnya sambil mengajaku masuk ke tempat kita bertanding.

Akupun mengikutinya dari belakang. Memang cocok tempat ini dijadikan kejuaraan tingkat kota kondisinya memang sangat terawat. Karpetnya bagus, bench pemain masih mulus, toilet yang bersih, dan masih banyak keunggulan lainnya. Sesampainya dipinggir lapangan kami bertanding sudah ada Pak Pelatih. Ia langsung menginstruksikan aku dan Guntur yang baru datang untuk melakukan pemanasan. Sebelum pertandingan dimulai pelatih mengumumkan pemain yang akan bermain hari ini. Seperti biasa aku hanya dibangku cadangkan untuk memanaskan bench. Aku pun bisa mengerti, sudah biasa aku dicadangkan.

Priiittt...........
Pertandingan dimulai. Tim ku pun langsung mendapatkan peluang. Kali ini dari kepala Farza namun sayang sundulan kepala mulusnya hanya bisa membentur tiang gawang. Serangan pun datang sili berganti membuat pertandingan menjadi semakin seru. Hingga akhirnya di menit-menit akhir babak pertama tim lawan berhasil mencetak gol untuk mengubah skor sementara.

"Jim, kamu masuk menggantikan David di babak kedua. Kamu harus bisa mengatur permainan" instruksi pelatih.
"Siap pak !" jawabku penuh tanggung jawab.

"Eh Tur, awas ya kalo kebobolan lagi kamu harus traktir makan kita semua" kata Farza.
"Tenang aja Za, Guntur Adikusumo gak akan kecolongan lagi" jawabnya meyakinkan.

Akhirnya pertandingan dimulai. Dari kejauhan aku mendengar suara wanita yang sudah tak asing lagi. Segera saja kucari sumber suara itu.
"Jim, semangat ya !! kamu pasti bisa"teriaknya .
Benar saja dialah Beby pemilik suara indah itu. Dia adalah teman keciku. Wanita yang selama ini aku kagumi. Memang selama ini aku sudah menyukainya. Namun tak pernah ada dalam benakku untuk mungungkapkan perasaan ku ini kepadanya. Aku takut jika mengungkapkannya dia akan menolakku dan menjauh dariku.

Kembali ke pertandingam. Aku yang bertindak sebagai playmaker berusaha untuk mengatur jalannya permainan. Saat aku menguasai bola kucoba mencari Handi didepan, ku oper bola kepadanya. Dengan lihai dia memainkan bola yang ada di kakinya satu gerakan saja sudah bisa melewati pemain lawan dan akhirnya ditendangnya bola itu. Namun sayang bolanya hanya membentur tiang gawang. Tapi pantulannya langsung saja disambar oleh Farza dan akhirnya GOOL !!. Pertandingan kembali berlanjut, sekarang tim lawan balik menyerang namun kokohnya benteng pertahanan kami tidak dapat ditembus. Jual beli serangan pun terjadi. Hingga akhirnya di penghujung babak kedua bola jatuh di kakiku. Langsung saja kutendang bola itu kearah gawang. Dan terjadilah GOOL. Kami berhasil mempertahankan kedudukan. Pertandingan pun berhasil kami menangkan.

Setelah semua selesai akupun sesgera meninggalkan gedung tempat kita bertanding. Terdengar suara Beby dari belakangku.
"Jim !!!"
"Iya Beb"
"Liat niih !" katanya sambil menunjukan secarik kertas.
"Formulir pendaftaran menejer" aku membaca tulisan yang terpampang diatasnya.
"Kamu mau jadi menejer Beb ? Menejer apa ?" kataku lagi
"Ya menejer tim ini lah" jawabnya
"Emang kamu ngerti soal futsal ?" kataku sedikit meledek
"Iyalah kalo gak ngerti ngapain aku mau jadi menejer"
"Haha iya deh iya"
"Eh, aku pulang bareng kamu ya" ajaknya
"Hmm boleh aja sih tapi gapapa pake motor?"
"Nyantai aja kali"
"Okedeh"

Di perjalanan awan sudah semakin hitam. Rintik-rintik gerimis mulai membasahi jalanan. Sepertinya hujan akan turun. Akupun memilih untuk meminggirkan motorku.
"Kenapa Jim ko minggir ?"
"Pake ini nih, sebentar lagi hujan" kataku sambil menyodorkan jas hujan.
"Lha terus kamunya ?" katanya penuh tanya
"Udah tenang aja yang penting kamu gak kehujanan"
"Serius nih ?"
"Iya udah tenang aja"
"Hmm oke deh"

Benar saja dugaanku hujan turun begitu derasnya. Membuat badanku basah kuyup. Tapi, tak apa lah yang terpenting bidadari yang ada dibelakanku ini bisa tetap kering. Akupun semakin mengencangkan pedal gas motorku. Beby memegang pinggangku dengan sangat erat. Aku semakin mengencangkan pedal gas ku. Akhirnya kami sampai di rumah Beby. Aku mengantarnya sampai depan teras rumahnya.

"Jim, ini jas hujannya. Mau neduh bulu gak?" katanya
"Enggak deh gak usah malu sama orangtua kamu basah kuyup gini. Lain kali aja ya"
"Oh yaudah deh. Eh Jim makasih ya udah mau nganterin aku"
"Iya nyantai aja"
"Aku jadi gak enak"
"Nyantai aja beb kita kan udah kita temenan lama. Eh aku pulang dulu ya tambah deres nih"
"Iya bye"
"Bye"

Aku langsung menuju rumahku yang tak jauh dari rumah Beby. Dirumah sudah ada ibuku yang sudah menunggu kedatanganku. Akupun langsung pergi mandi dan makan malam.

Keesokan harinya. Saat jam istirahat sekolah aku hanya duduk melamun di kafetaria sekolah. Semua itu menghilang saat tiba-tiba Beby datang dan membuyarkan semua lamunanku.
"Heh, ko ngelamun aja sih ntar kesambet loh" katanya
"Aduh kamu ngagetin aja sih"
"Hehe maaf deh maaf" jawabnya sambil memohon
"Emang ada apaan sih sampe ngagetin aku"
"Hehe, aku punya kabar baik nih"
"Apaan tuh ?"
"Aku diterima lho jadi menejer tim futsal kita"
"Ooh bagus deh kalo gitu"
"Hehe, eh orang tua aku berterima kasih banget tau soal yang kemaren"
"Yang mana ?"
"Itu tuh yang kamu rela nganterin aku sampe hujan-hujanan. Coba gak ada kamu pasti aku udah sakit gara-gara kehujanan"
"Hehe iya"
"Tapi kamu gapapa kan"
"Iya aku gapapa ko"
"Itu jantung kamu gapapa kan?"
"Gapapa ko Beb"

Setelah itu kami berbincang cukup lama hingga bel masuk berbunyi. Sebenarnya saat kemarin kuantar Beby aku merasakan dadaku sakit. Ya, benar aku memang memiliki penyakit jantung yang sudah cukup lama. Beby pun sudah mengetahuinya. Tapi setiap aku merasakan sakit aku tetap berusaha menutupinya dari Beby.

2 bulan berlalu. Hari ini adalah pertandingan finalku dalam kejuaraan futsal antar SMA tersebut. Lansung saja ku melesat dengan motorku. Padahal akhir-akhir ini aku merasa sepertinya jantungku semakin lemah. Walaupun begitu aku tetap tidak menghiraukannya. Aku tak ingin final ku jadi berantakan tanpaku. Sesampainya di tempat pertandingan sudah ada Guntur dan Beby yang menyambutku.

"Wooy, lama amat sih lu" kata Guntur
"Sorry tadi agak telat bangunnya"
"Eh, ayo cepet masuk pelatih udah nunggu" kata Beby
"Iya Ibu Menejer" kataku sambil meledeknya
"Ih, berhenti nyebut aku dengan nama itu !" katanya marah
"Hahahahahaha" Aku dan Guntur hanya tertawa

Sesampainya didalam sudah ada pelatih dan yang lainnya. Mereka sedang merencanakan formasi untuk hari ini.
"Seperti biasa hari ini kita memainkan formasi 2-1-1" katanya
"Farza didepan David di tengah Handi dan Fajar di belakang" lanjutnya lagi
"Tapi pak saya ingin bermain fulltime" Kataku
"Kau sanggup"
"Iya pak saya akan bermain sebaik mungkin"
"Baiklah kalau begitu David kau duduk manis saja di bench" kta pelatih pada David
"Baik Pak" jawabnya
"Sekarang kalian pemanasan"
"Baik pak !" kata kami

Saat aku sedang melakukan pemanasan Beby tiba-tiba mendekatiku.
"Jim, kamu yakin mau main penuh"
"Iya dong ini kan final" kataku yakin
"Nanti itu kamu gapapa" jawabnya sambil menunjuk dadaku
"Gapapa ko tenang aja" kataku
"Ooh bagus deh kalo gitu aku agak tenang" jawabnya lagi seraya meninggalkanku

Akhirnya pertandingan dimulai. Lawan kami adalah juara bertahan tahun lalu. Mereka cukup kuat dengan srategi terus menekan kami. Sesekali kucoba oper bola pada Farza atau Handi yang terkadang melakukan overlap. Namun semua itu sia-sia pertahanan mereka sangat kokoh dan sulit dihancurkan. Kucoba menendang langsung kearah gawang namun masih terhalang oleh kiper mereka. Pertahanan kami sempat pontang-panting saat serangan datang bertubi-tubi. Namun, untungnya beberapa penyelamatan gemilang dari Guntur membuat semua itu kandas. Hingga akhirnya peluit akhir babak pertama berbunyi. Kedudukan masih sama kuat 0-0.

Saat aku meninggalkan lapangan aku mulai merasakan rasa sakit yang sangat mendalam. Kurasa jantungku semakin lemah berdetak. Semakin tak kuat jantung ini untuk memompa darahku keseluruh tubuh. Pertandingan babak kedua akan segera dimulai hingga Beby mendekatiku.

"Kamu gapapa kan ?"
"Gapapa ko Beb aku masih bisa ngelanjutin"
"Oh, syukur deh kalo gitu"
"Hehe" kataku sambil tersenyum padanya

Saat kami akan memasuki lapangan pelatih membisikiku.
"Kamu masih kuat ?"
"Iya pak"
"Baguslah tetap menekan lawan terus" katanya lagi
"Baik pak !"

Pertandingan akhirnya dimulai. Kami berusaha menguasai jalannya pertandingan. Namun yang terjadi baru 5 menit aku bermain aku mulai merasakan rasa sakit itu lagi, tapi aku tetap berusaha berlari. Sekarang rasa sakitnnya semakin parah aku tak dapat berlari lagi. Aku hampir ambruk disana. Kulihat David akan segera menggantikanku yang sudah tak berdaya ini. Akhirnya David masuk menggantikanku. Baru saja aku keluar dari lapangan tubuhku semakin lemah dan akhirnya aku ambruk disana.

"Jiiiimmmm !!!!!" Beby berteriak kearahku hanya itu yang ku dengar terakhir kali

"Jim baa.....ngunn Jim" Aku mulai mendengar suaranya lagi. Samar-samar aku mulai melihat wajahnya. Semakin lama semakin jelas. Aku juga merasakan kita sedang ada didalam sebuah ambulans.

"Jim akhirnya kamu bangun" katanya sambil memeluk tubuhku yang terbaring lemah
"Beeb, aku mau bilang sesuuatu.. sssaama kammu Beebbb" kataku terbata-bata
"Apa Jim ?"
"Aaaku sayang kamu Bbeeb"
"Iya Jim aku juga sayang kamu" katanya
"Muunggkin ini kkata-kata terakhir aku Beb"
"Kamu ngomong apa sih" katanya. Air matanya mulai berlinang,
"Aku mau untuk terakhir kalinya liat kamu senyum buat aku"

Beby pun menghapus airmatanya dan mencoba tersenyum untukku. Saat itu kulihat senyum termanis darinya. Seketika itu juga malaikat maut sudah menjemputku. Beby yang melihatku sudah tak berdaya hanya bisa menangis diatas jasadku yang sudah tak bernyawa. Air matanya mengalir semakin deras.

"Jiiiiimmmmm !!!!!" itulah kata-kata yang terakhir kali kudengar.

Boku no sakura

Dibawah matahari Iqbal sepulang sekolah di kota Kashima.
Cahaya Matahari dgn panasnya menyinari Iqbal.Iqbal hanya bisa menghela nafas.
“hhafff panas sekali cuaca hari ini” Iqbal menglap keringatnya. Hari itu sepulang sekolah jam 14.30 Iqbal ada pertandingan sepak bola. “sepertinya hari ini sibuk” Iqbal memasang sepatu dan mengucapkan aku pergi !!. Jepang saat itu sedang mekar bunga sakura, indah sekali. Sesampainya di lapangan Iqbal dipanggil oleh teman satu timnya ,Rilo.
“Hoi Iqbal, kemari” Iqbal pun mendatangkan temannya itu.Mungkin ini match terakhir yg dimiliki Iqbal mengingat dia ingin berhenti menjadi pemain sepakbola.

Di hari matchday terakhir Iqbal ingin memaksimalkan permainannya. Tapi apadaya dia bermain jelek saat itu. Kashima Antlersun mengalami kekalahan 4-2 dilaga itu. Iqbal mengucapkan terimakasih kepada staf, pelatih, dan pemain klub itu. Sepulangnya dari match, Iqbal hanya menghela nafas dan tersenyum simpul mengingat masa2 dia di Kashima Atlers.
“Iqbaaaallll !! Tungguuu!!!” kata Rilo memanggil Iqbal dr belakang. Iqbal menengok dan bilang Ada apa?
Rilo hanya mengucapkan ‘terimakasih atas partisipasinya dalam klub,ngomong2 kamu ingin sekolah besok?” Iqbal hanya tersenyum kecil dan bilang “Iya aku akan sekolah, ada bunga sakura mekar disekolah, jadi, akuakan melihatnya besok”.

Keesokan harinya seperti biasa Iqbal memakai baju sekolah putih dan celana panjang biru. Aku berangkat! Teriak Iqbal dari depan pintu sambil menggenggam sepotong roti isi.Iqbal berlari menuju perempuan yang hendak berangkat sekolah. “Hei, bareng yuk” Iqbal tersenyum simpul sambil menawarkan roti isi daging miliknya. Perempuan itu bernama Vanka, perempuan manis itu hanya tersenyum dan bilang terimakasi pada iqbal. Sepanjang jalan mereka berdua diam. Diam itu terpecah ketika Iqbal bilang “Hari ini bunga sakura mekar di belakang sekolah, Istirahat maukah kau melihatnya?”. Iya jawab Vanka singkat. Sesampainya di sekolah, Rilo menyapa Iqbal dan langsung mengjak Iqbal ke kelas karna sebentar lagi bel segera berbunyi.

Saat bel istirahat, Iqbal mengajak Vanka makan dibawah bunga sakura dan Vanka mengiyakan ajakan tersebut. Roti isi dan the hijau menemani saat istirahat Iqbal dan Vanka. Iqbal menyanyikan sebuah lagu untuk Vanka. Jejak awan pesawat, putih bersih lurus memanjang—mungkin itu sepenggal lirik yang dinyanyikan iqbal dengan accousticnya. Rilo mendengar dan mendatangkan mereka berdua. Iqbal dan Vanka hanya tersiu malu ketika Rilo dating dan menertawakan mereka diejek sedang berpacaran. Tidakk!! Jawab iqbal singkat dan menyuruh Rilo pergi. Rilo pergi dengan berkata “Aku hanya bercanda !!” setelah Rilo pergi Vanka menasihati Iqbal agar tidak terlalu kasar, itu hanya hal sepele.

Iqbal termenung dan merasa bersalah.Iqbal langsung berlari menghampiri Rilo utk meminta maaf dan Rilo memaafkannya. Perasaan Iqbal waktu itu sangat lega. Rilo bilang “JIka kamu suka pada seseorang katakana saja, begitupun aku dengan Ayana” begitu nasihat Rilo yg sdh berpengalaman soal urusan berpacaran. Tapi ini bukan waktu yg tepat, Aku ingin membawa vanka ke kuil Aburame di selatan Hiroshima. Disana pemandangannya indah apalagi jika sakura sedang bermekaran. Keesokan harinya, Libur panjang karna musim semi. Iqbal mengajak Vanka utk jalan2. Vanka bingung ada apa gerangan Iqbal mengajaknya? Iqbal manjawab singkat sudah ikut sajaa.

Mereka berdua manaiki kereta .Sesampainya di Hiroshima, Iqbal mngajak Vanka ke sebuah kuil. Vanka berfikir apa yang hendak Iqbal lakukan disini. Tutup matamu sebentar kata Iqba sambil menarik mata Vanka kebelakang kuil yang sepi. Ada apa ini? Tanya Vanka bingung. Sekarang buka matamu jawab Iqbal sambil menunjukkan pohon2 sakua yg bermekaran indah sekali. Aku ingin bilang sesuatu ke kmu kata Iqbal, Vanka hanya menjawab Apa? Apa yg kamu mau lakukan disini?

Aku hanya ingin bilang kalo aku aishiteru padamu. Maukah kamu? Iqbal nekat berbicara seperti itu, Vanka anya menghela nafas. Hmmm baiklah kata Vanka menjawab. Iqbal langsung memeluk erat Vanka dan menciumnya. Merekaberjalan menyusuri pohon pohon sakura sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Setelah 2minggu mereka berpacaran Iqbal merencanakan berlibur bersam Vanka, Ebi, Yosef ,Ayana, dan Rilo. Setelah hari H mereka pergi menggunakan pesawat Japan Airlines menuju Paris. Ditengah landasan pesawat yg ditumpangi mereka meledak. Vanka selamat mencari Iqbal dan teman2nya.

Iqbal ! Rilo ! teriak Vanka mencari teman dan kekasihnya itu. Vanka melihat Iqbal tergeletak di samping landasan udara, Iqbal tergeletak dgn tertusuk serpihan pesawat. Iqbal, Iqbal bangunn kamu gakpapa? Vanka mencoba membangunkan Iqbal. Yosef, Ebi ,Rilo selamat dan menghampiri Iqbal dan Vanka. Vanka menatap kosong Iqbal sambil mengeluarkan airmata. Iqbal sadar dan bilang terimakasi utk semuanya, Sayonara bisik Iqbal ke Vanka. Rilo mencabut serpihan pesawat itu dan menggotong temannhya ke Ambulance. Sesampainya di rumah sakit, Dokter bilang dia sekarat dan lama operasi satu minggu.

Seminggu setelah koma Iqbal sadar dan ada Rilo dan Ayana yg menjenguknya. Rilo dan Ayana izin pamit, Iqbal sendiri di RS. Beberapa menit kemudian, Vanka dating membawa bunga. Sudah siuman? Tanya Vanka disertai senyum simpul. Iqbal membaas senyuman Vanka, Vanka duduk di samping Iqbal. Vanka menanyakan Kapan kamu boleh pulang? Munkin besok jawab Iqbal singkat. Vanka menaruh bunga dimeja RS, dan melepaskan jaket bola bertuliskan Arsenal. Yosef mendobrak pintu RS dan berkata Iqbal! Rilo tertabrak mobil ! Sontak Iqbal dan Vanka kaget.

Rilo dibawa oleh orang yg menabraknya ke ruang UGD. Ayana mengejar Rilo dan berteriak Rilo ! sadr Rilo ! bangn ! Dokter tidak mengizinkan Ayana masuk ruang UGD. Iqbal menggunakan kursi roda menghamoiri Ayana yg sedng menangis dan mencoa menenangkannya. Sudahlah, kita hanya bisa berdoa aas keselamatan Rilo. Kata Vanka dating menghampiri. Sebaiknya kita kembali, dokter akan melakukan dgn maksimal. Mereka bertiga pergi meninggalkan ruang UGD. Keesokan harinya Iqbal pulang dari rawat inapnya di RS. Seperti biasa Iqbal sudah bisa bersekolah kembali, dia meihat satu pohon bunga sakura, bunganya ada yg layu. Fikir Iqbal apa yg akan terjadi? Hei sedang apa? Sapa Vanka dr belakang.

Sepertinya aku harus ke RS melihat Rilo kata Iqbal mentap heran bunga sakura itu. Aku ikut kata Vanka. Sesampainya dir s dokter berkata jika Rilo ak bisa diselamatkan, pembuluh nadinya pecah. Seketika iqbal dan Vanka terkejut dan langsung mendatangi ruang mayat. Vanka menangisi kepergian Rilo yg sangat mendadak. Iqbal masih tdk percaya atas apa yg terjadi. Iqbal menyuruh Vanka agar tidak menangisi org yg sudah pergi dan menyuruh Vanka pulang. Osaka, 27 juli 2017 Seminggu sudah Rilo mennggalkan teman2nya, Ayana masih tdk percaya, cinta Ayana kpd Rilo belum terungkap dia menangis di batu nisan Rilo, Iqbal menyuruh Ayana agar tetap tabah. Iqbal msh ingat jika dia masih menyimpan jersey Kashima Antlers milik Rilo, dia pergi berlari dan mengambil jersey itu dirumah, sesampainya di skolah jersey itu diberikan ke Ayana.

Ayana merasa senag telah diberikan jersey Rilo 13 itu, hanya terucap Arigatou dalam mulut Ayana. Vanka menghampiri Iqbal dan berkata kamu masi beruntung diberi 1x kesempatan hidup. Iqbal hanya diam dan mengajak Vanka ke bukit belakang sekolah. Sesampainya dibukit Iqbal menatap mata Vanka dan bilang kamu yg sudah membangkitkanku kata Iqbal sambil tersenyum. Vanka tersenyum dan memeluk Iqbal eratt sekali. Iqbal mencium bibir Vanka dan bilang terimakasih sekali lagi. 2 bulan mereka berpacaran. Musim hari kelulusan Vanka memutuskan utk bersekolah di Paris, Iqbal sedih bila harus ditinggal Vanka, apadaya dia hanya tersenyum saat Vanka keluar dr ruang kelulusan, Vanka berteriak terimakasih utk terakhir kalinya.

Kamen Rider

Kamen Rider


Pagi itu aku berangkat ke sekolah baru setelah saya pindah dari kota Jakarta ke Jogja.
Semua terasa asing memang disini, aku sekolah di SMA 30 Yogyakarta.
"yap, kita kedatangan murid baru dari Jakarta. Dek, silahkan perkenalkan diri dulu" kata guru baruku.
"Nama saya Iqbal Al Rais Prihatono, lulusan dari Jakarta semoga bisa bermanfaat disini salam kenal" itu kata pembukaku disekolah baru.
"ya silahkam dek Iqbal duduk dekat Vanka" kata guru gua sambil menyodorkan tempat duduk disebelah kiri tengah.
"salam kenal, namamu siapa ?" sapa gua sama Vanka.
"Thalia Ivanka Elizabeth Frederik, salam kenal juga" jawab Vanka sambil tersenyum.
Aahh sial manis sekali cantik, ayu. Ah gua terlena.
"ssttaaapphh" suara kertas yang dilempar dari belakang bangku gua.
"ey boy, kenalin gua Alief. Salam kenal boy" kata Alief sambil menyodorkan tangan.
"hehe okeh".

Saat jam istirahat karna masih terasa asing gua diam dikelas sambil laptopan.
"oy boy, maen apaan lu ?" sapa alief dari pintu kelas.
"cuman main Slenderman". "ayo boy keluar". "nanti aja, malu gua kalo keluar sekarang". "kenapa musti malu ?". "hehe iya dah". Akhirmya gua sama Alief pergi ke kantin untuk membeli makanan.
Saat tiba dikantin gua liat Vanka sedang duduk bersama teman temannya dikantin, gua sapa aja "Vanka boleh duduk gak ?".
"siapa lo ? Anak baru ya ?" kata anak perempuan disamping Vanka.
"hehehe iya mbak saya anak baru, saya duduk sebangku dengan Vanka" kata gua.
"hehe ayo bal gabung, jangan malu2 anggap aja salam perkenalan" kata Vanka sambil melempar senyum ke Gua. Aahh sial kena heartsmile lagi pasti gua.
"okeh".
"oh iya bal, rumahmu dimana ?" tnya Vanka.
"Perum.Tertai blok C/13" jawab gua.
"wwaaahh kita tetangga dong cuman beda blok doang, Alief juga rumahnya disana, kapan2 kita main bareng yuk" kata Vanka.
"boleh sih, nantikan ada libur selama seminggu, gimana kalo kita kamping ?" usul gua.
"gua mah ikut Iqbal kemana iqbal pergi, kalo lu berdua yan pergi kan *IYKWIM*" kata alief sambil cengengesan.
"kampret pikiran lu !" kata gua dengan nada agak kasar.

SFX: ttrreeennggg *suarabel*

"Yaudeh masuk dulu kelas udah bel noh" kata Vanka.

*skip langsung pulang*

Gua jalan dengan senangnya keluar sekolah krna udah akrab sama 2 orang disekolah baru.
"Iqbal hai ! Ayo kita pulang bareng" kata Vanka teriak dari belakang.
"eh iya hampir aja lupa" kata gua.
Disepanjang jalan trotoar gua ngobrol sama Vanka dari yang penting sampe nanyain soal pacar, ternyata Vanka tidak punya pacar, tapi kenapa gua yang bersorak2 dalam hati ? Apakah ini tandanya suka sama cewe ? Ah sudahlah.
Sesampainya dirumah gua nyetel lagu JKT48 - Baby!baby!baby! Krna saling senengnya, gua sempet berfikir mana ada cowok yang gk mau sama cewek secantik Vanka.
Setelah ganti baju gua langsung kayuh speda gua ke alamat rumah Vanka.
"Permisi, Vankanya ada ?" kata gua teriak dari luar.
"eh kamu bal, masuk. Aku belum ganti baju sekolah nih hehe, kamu cepet banget" kata vanka sambil keluar rumah.
"aaa..aku cuman mau ngingetin kalo besok ada PR, ya bye bye" jawab gua sambil ngeloyor pergi.
Entah kenapa gua gugup banget pada saat itu.

*skip langsung besok*
"lif, Vanka mana ?" tanya gua.
"oh iya, dia pergi sem ke Cirebon, katamya izin seminggu" jawab Alief.
Dan seketika hati gua remuk lemes mules males.
Disaat itu juga siswi kelas gua yang gua baru sadar trnyata cantik gk kalah sama Vanka.
"lif, dia siapa ?" tnya gua lagi.
"oohh dia Beby Chaesara Anadila bal, cantik ya bal" jawab Alief.
"gak ah biasa aja" kata gua jaim.
"wkwkwk selera lu kek konci !" ledek Alief.
"BODO !"

"beroh, lu mau bantuin gua kaga ?" kata gua sambil memohon.
"minta tolong ape ?" kata Alief.
"kenalin dong sama Beby, plis ya" mohon gua.
"hhmm iya deh gua bilang ya sama Beby" kata Alief mengiyakan.

"Namaku Beby, salam kenal" kata Beby sambil menyodorkan tangan dari belakang gua.
Astaga astaga astaga lesung pipinya beb.
"heh.. Iya namaku Iqbal salam kenal ya" kata gua sambil salaman.
"tinggal dimana beb ?" *gua panggil beb, ppfftt*. "didepan sekolah, kamu sendiri ?". "diperumahan depan itu". "hobi kamu apa beb ?". "hihi kepo bgt, hobi aku Dance bal, kamu sendiri ?". "photograph beb". "bisa dong potoin aku besok di sungai belakang hihii" pinta Beby.
"apasih yg ngga buat kamu hahaha" kata gua, yeah ini kesempatan.
"makasih bal, kamu baik banget, masuk kelas yuk" ajak Beby sambil tersenyum.
Aahh kena deathsmile, bisa2 mimisan gua.

*skip besok*

"Bal, jadi gak jadiin aku photomodel ?" tanya beby sambil berlari ke Arahku.
"eh serius ? Yaudah sekarang, kamu ganti baju dulu klo gk bawa baju kesana, aku tunggu di sungai belakang".
"serius lah, iya oke komandan" kata Beby.

Gua pun sampai duluan di sungai belakang sekolah, pemandangannya bagus, sungainya jernih, tebing2 cocok banget untuk photography.
"iiqqqbbaaaaaaaaalll" kata Beby sambil berlari ke Arahku.
"eh tuan putri udah dateng jahahaha" kata gua sambil ketawa lepas.
"yaudah beb, ganti baju dulu gih, yang cantik ya" kata gua.
*Tep* "aku udah cantik belom ?" kata Beby dari belakang.
"cantik banget beb, aku hampir nosebleed hohoho, yaudah kita langsung mulai aja sesi potonya.."

setelah poto ke.6 ada suara dari semak2.
*sreksrek "apa itu bal ?" kata Beby ketakutan.
"tenang, paling juga tupai" kata gua sambil menenangkan.
"tapi aku takut bal" kata Beby sambil memeluk gua dari belakang *nosebleed dah*

"ggggrrrrrraaaa" makhluk itu keluar dan loncat dari semak semak dan mendorong aku dan Beby.
Kamu gak apa2 beb ?" tnya gua.
"gak bal, cuman lecet sedikit" kata Beby.
"berlindung dibelakangku beb, cepat !".
"ggrrrooooo" monster berkepala macan dan berbadan manusia itu menyerangku lagi.
Aarrrrgg sial.
"mungkin ini waktunya.
Hhiiaatt Henshin!" teriak gua
"leh iya gua bukan kamen rider" kata gua dalem hati.
Monster itupun menyerang gua lagi.
"berlindunglah dibalik pohon besar itu beb ! Biar aku yang menghadapi" kata gua yang kepahlawanan *crud*
"yosh ok !"

"mau apa kamu menyerang kami ?" tanya gua ke monster itu.
"kalian menggangu tempat ini, tempat ini adalah daerah kekuasaanku !" kata Monster itu.
andai gua punya kekuatan.
Jedaaaarrrrr !
Suara bom yang meledak didepan monster itu.
"aarr apa itu ?" kata monster heran.
"jangan ganggu mereka monster jelek !" sosok kamen rider keluar dari atas tebing.
"eh kamu ? Ka..Kamu siapa ?" gua menatap heran.
"Aku adalah Kamen Rider yang melindungi kota ini, ambil ini nak !" kata Kamen Rider.
"eh apa ini ? Gimana cara pakainya ?" tanya gua.
"Pakailah seperti gesper, masukan benda seperti USB itu dilubang samping, itu membantumu menjadi Kamen Rider dan kekuatanmu menjadi 10x lipat" kata Misterius boy itu.
Ah sudahlah mending peraktekin.
"yosh, HENSHIN !" teriak gua.
Kkyyaaa kostum macam apa ini ?" teriak gua kaget.
Misterius boy, lho kok lu ilang ?
"rrrr, ternyata Alief telah memberimu kekuatan seperti itu, rrr lumayan untuk separing huahahaha" kata Monster itu.
"hah ? Apa Aa.. Alief ? Apakah dia Kamen Rider yang memberikan aku kekuatan seperti ini ?" tanya gua.
"jangan banyak tanya, bocah ! Hhrraaaaa !".
"gimana cara aku menggunakan kekuatannya ? Tombol apa ini ? Hah keluar pedang ?"
Cceettaaanngggg ! Suara pedangku beradu dengan cakarnya yang panjang.
"pertahananmu lumayan bocah" kata Monster itu.
"Iqbal, kamu kamen rider ?" kata Beby teriak dari belakang.
"untuk sekarang ? Iya, berlindung lah !" teriak gua.
Jedar jeder jedar jeder "sial tembakanku meleset."
"tuan Iqbal, namaku metaro, gunakan tombol sebelah kanan dipedang ini, itu akan membuat musuhmu hancur !" kata pedang itu.
"Benda apalagi ini bisa bicara" kata gua.
"cepat lakukan !" bentak pedang itu.
"baiklah !".

"penghancuran akan dilakukan 5 detik" kata pedang itu.

"woo dia memakai senjata rahasia, aku akan membunuhmu nak ! Hrraaaa" kata monster itu.
"1. 2. 3. 4. 5"
jjeedddaaaarrr..
"ggrraaa" akupun terpental.

"Iqbal, kamu ngga apa2 ?" Tanya beby.
"ngg, nngg".

"nngg, aku dimana ?" tanya gua.
"kamu dah baikan ?" tanya Vanka panik.
"eh kamu udah pulang ?" tanya gua balik.
"hehehe iya".

"oh iya Beby mana ?"

"liat sampingmu bal hahaha, dia membawamu ke RS lho"

"Hhhmm biarkan di tidur dulu".

*skip udah pada pulang tinggal gua sama Beby*

"eh tuan putri udah bangun haha" kata gua.
"Hehehe iya bal, kamu gak apa apa ?" tanya Beby.

"sekarang sih nggapa2. beb, jngn kasih tau teman2 jika aku Kamen Rider" mohon gua.
"ok"

"beb, terimakasih ya"

"seharusnya aku yang berterimakasih karna telah menyelamatkan aku"

"hehehe iya".

"beb, aku pengen ngomong sesuatu ke kamu" kata gua.
"apa bal ?"

"kalo aa..aku suka sama kamu beb" kata gua gugup.

"sebenernya aku juga bal, tapi aku malu"

"terimakasih beb" kata gua sambil memeluknya.

*skip langsung sekolah*

"uuuiiiqqbbaaalll !!" Alief teriak ke belakang.

"eh lu tong, oh iya gua pngn ngomong ke lu" kata gua.

"apan ?"

"lu kamen rider yang ngasih benda ini ke gua ya ?"

"eh... Anu, lu kok tau ?"

"monster kampret itu yang ngasih tau ke gua"

"hehe iya bal, ya gua tau lu lagi ke hutan sama beby untuk photograph, yaudah gua ikutin"

"hehe makasih lip"

"okedeh, kita selamatkan kota dari sekarang"

"yap.. Eh gua denger lu jadian sama Beby ? Vanka dikemanain ?"

"udahlah pngn tau aja lu hahaha"

seterusnya gua jadi penyelamat kota, pacar Beby haha.
Indahnya hidup dan beruntungnya hidup gua.

Senin, 11 November 2013

Tribute To Stella Cornelia

Tribute To Stella Cornelia.

Happy reading!!! Maaf kalo typo -_-

...Tok. Tok. Tok...
Haruka mengetuk pintu apartemen stella...
Stella membuka pintu...
Haruka : haii ciii... (Pake logat jepang)
Stella : hai Haruka, pagi2 udh kesini???

Haruka langsung memeluk stella,
Haruka : Otanjoubi Omedetou ciii !
Stella : thanks haruka san...

Tak lama ada yg datang melihat mereka berdua pelukan...
Sonia : Cie-cie masih pagi udh peluk2an, ayo berangkat latihan sekarang takut keburu macet dijalan!!!

“Yaudah ayo berangkat“ jawab stella dan melepaskan pelukan haruka... Skiiip...

Mereka didalam mobil yg sedang melaju menuju ke tempat latihan, diperjalanan diantara mereka bertiga tidak ada obrolan karena asik dengan kesibukan masing2... Sonia asik bermain twitter, haruka asik dengan kaca cermin yg ga ada bosen2nya ngaca dan stella yg hanya bengong sendiri...

Sonia : ka bengong mulu, kesambet baru tau loh!?
Stella : hah iya apa??? Oh, Engga kok engga...
Haruka : cici mikirin apa??? Kenapa benggong daritadi???
Stella : ga mikirin apa2... Udah mau sampe tuh!!! (Stella mengalihkan pembicaraan...)

Di dalam tempat latihan, member2 lain udah siap memegang air untuk menyiram stella...

Saat stella, haruka dan sonia masuk member2 lain berlari dan menyiram air kemereka hingga basah kuyup...

All member : Happy Birthday ci stella...
Stella : hhaha, iya makasih ya teman2...
Haruka : ih shania bukannya nyiram ke stella malah nyiram ke aku :( , yg ulang tahun stella bukan aku
Shania : hahaha, maaf2 haruka san aku ga pake kacamata jadi ga bisa bedain mana haruka mana stella...
Nabilah : kan haruka san juga belum mandi :v
Haruka : enak aja, aku udh mandi tau...
Sonia : basah semua :(
Melody : adik harus merasakan apa yg kakanya rasakan dong...
Frieska : iya betul tuh...
Kinal : kompakan nih ade kaka...
Beby : ydh ganti baju dulu ci, sonia, haruka. Entar masuk angin malah ga bisa perform theater...
Cigull : ada apa nih kok basah semua emangnya ada hujan ya kok cuma bertiga doang yg basah yg lainnya engga ???
Ghaida : yyeee... Udh dateng telat bawel lagi nih anak kecil :v
Cigull : ya kan aku ga tau jadi aku nanya biar ga penasaran lagian emang sebenernya ada apa???
Gaby : kepo, mau tau banget apa mau tau aja???
Cigull : banget-banget-banget...!!!
Sendy : jd hari ini ci stella ultah...
Cigull : oh iya, HBD ci stella :)
Stella : makasih cindy...
Rica : eh sebentar sih ayana kemana kok ga ada???
Ve : tadi aku lihat di ada di tempat looker room bawa2 bantal gitu...
Sonya : pasti itu anak tidur!!!
Jeje : udah pasti dan ga salah lagi, ydh aku cari ayana...

Jeje, stella, sonia dan haruka pergi ke looker room untuk cari ayana dan ganti baju karna basah... Skiip...

Kinal : ayo kita mulai latihannya!!!
All member : baik kapten...

Setelah selesai latihan mereka lalu berangkat menuju ketheater untuk perform theater...
Ada 2 show yg akan mereka jalani, show siang dan show malem...

Saat sampe ditheater banyak sekali fans JKT48 ada yg sedang antri tukar tiket, ada juga yg menata banner dan gift di depan theater untuk stella yg berulang tahun, ada juga yg mengantri untuk mengambil formulir audisi gen 3. Banyak banget fans JKT48 Sampai2 member susah untuk kedalam theater F4 tidak ada celah untuk jalan, scurity kewalahan untuk mengatur fans agar memberi jarak aga Member bisa masuk kedalam theater... Skiiip...

Shania : gilla sumpah diluar banyak banget orangnya...
Nabilah : iya shan baru kali ini nih kita sampe ga bisa lewat karna fans berjubel...
Shania : huftt, kita ga boleh ngecewain fans yg udh ngantri mati2an gitu...
Nabilah : iya kita harus berikan perfrom yg terbaik buat meraka... Skiiip...

Haruka : ci mau snack??? (Haruka yg lg makan snack)
Stella : engga, buat haruka aja...
Haruka : kamu kenapa ci kok hari ini kebanyakan bengong???
Stella : ga kenapa2 aku baik2 aja...

Stella lalu berdiri dan berjalan meninggalkan haruka... Sonia yg dari jauh melihat kejadian tersebut menghampiri haruka...

Sonia : haruka aku pengen ngomong 4mata sama kamu tapi dibelakang stage yaa...
Haruka : ada apa???

Mereka berdua berjalan ke belakang stage...
Sonia : ini rahasia kamu jgn bilang siapa2 ya...
Haruka : Ok...
Sonia : hari ini ka stella ingin mengumunkan bawha ia grad...
Haruka : .... (Haruka shock dan menjatuhkan snack yg ada ditngannya)
Tak lama melody datang...
Melody : maaf tadi aku nguping pembicaraan kalian, apa bener yg td kamu bilang???
Sonia : iya kan, please jgn bilang siapa2..!!!
Melody : siip aku bisa jaga rahasia kok...

Haruka masih terdiam sejak saat ia terlihat murung tak lg bersemangat...

Theater pun dimulai sebelum naik ke atas stage seperti biasa para member berdoa terlebih dahulu... Haruka lemas masih teringat akan hal yg tadi tp ia mencoba tuk profesional dihadapan fans... Skiiip....

Theater berjalan seperti biasanya lancar tak ada kendala hingga tiba disaat perayaan ultah ci stella...

Perayaan ultah Stella,di pimpin oleh Melody .member dan fans nyanyi namida surprise buat Stella. Haruka nyiapin surat tiga lembar dari seorang stellahugs dan dibacain sama dia dibantu sonia... Skiiip...

Setelah membaca surat itu Haruka menyampaikan sebuah kesan dia ke Stella “Haruka senang kalau dulu stella bilang dia ngoshiin aku dan aku juga ngoshiin dia, aku juga terima kasih sekarang mau jadi temen deket
Aku. Dulu aku takut di sini, soalnya ga
bisa bahasa dan takut sama
makanannya tapi Stella mau pelan
pelan ngajarin aku bahasa dan kasih
tahu makanan yg enak.Waktu aku
sakit stella rela nginep dan ngurus
Aku, bagi aku Stella itu kayak mama
meski agak cerewet. Aku juga sering curhat sama Stella dan suka ngerepotin Stella tapi giliran
Stella curhat aku kurang bisa
bantu, soalnya aku kurang jago bahasa makanya aku mau lebih pinter bahasanya. biar jadi
temen curhat yg baik buat Stella. Aku juga bilang cici tetep gemuk ya,biar aku ada temannya....

Haruka dengan terbata2 mengucapkan kata demi kata...

Melody : dipeluk dong ci stellanya!!! (Melody menyuruh haruka memeluk stella)
Haruka mengiyakan dan memeluk Stella :)

Selanjutnya melody memimpin acara tiup lilin, stella make a wish sebelum meniup lilin...

Stella : Terima kasih atas dukungan kalian yg ga ada henti2nya mendukung aku dan member2 lain, di sini aku senang senang dari ga bisa dance
jadi bisa dance. ulang tahun pun
deketan terus sama ultah gen 1... (Stella menangis hingga dadanya sesak)

Fans JKT48 : Stella... Stella... Stella... !!!

Disini mulai Hal aneh bermunculan...
Sonia menangis kejer, dan Haruka berbalik badan membelakangi fans juga menagis kejer. semua member dan fans binggung, kenapa dgn sonia dan haruka???

Melody yg udh mengetahui menghampiri stella...
Melody : Terusin ci!!! (Melody mengelus punggung stella)
Stella : November, disini aku lahir, disini aku memulai karirku dan disini aku memulai kembali lembaran baruku :')

Dan akhirnya Stella bilang
”saya Stella Cornelia member Team J
JKT48 memutuskan lulus dari
JKT48”

Seisi theater pun sunyi seperti tak percaya, kinal sang kapten teriak dan Nabilah marah2...
Nabilah : ga ci engga, aku ga rela!!!
Semua member jadi nangis kejer memeluk erat stella...

Kinal : gimana sama stellahugs???

Semua fans JKT48 melonggo dan suasanya berubah dari yg tadinya keceriaan ultah menjadi tangisan member...

Dari semua member cuma Melody yg kuat dia mencoba nenangin menenangkan member yg histeris yaitu beby,shania,ghaida. jeje yg udah
bisa menguasai diri ikut bantu
nenangin Nabilah yg masih protes
sambil nangis ke Stella. Dan
Stella yang masih gelendotan ke
Frieska yg juga nangis....
Melody dengan tenang merangkul Stella dan bicara “selamat ya buat ulang tahunnya cici,Cici sekarang udah 19 tahun, jadi ga bakalan kan di sini terus,kita sebagai fans,harus mendoakan yg
terbaik buat cici di luar sana”

Setelah denger kata2 melody fans yg tadinya melonggo kembali menyemangati stella...
Fans JKT48 : stella... Stella... Stella...!!!

Theater pun ditutup dengan lagu JKT48 Mirai no Kajitsu, hanya stella sendiri yg menyayikan sedangkan semua member masih shock...

Theater selesai seisi theater keluar satu demi persatu, semua wajah stellahugs mirip orang yg ingin bunuh diri. Suasana pun menjadi lain seperti bukan habis menyaksikan theater melainkan seperti habis dari pemakaman...
Skiip...

Sebelum pulang stella menyempatkan waktu berfoto dgn Banner dan gift yg udah ditata dan dipersembahkan oleh stellahugs...
Wajah stella pun sudah berbeda sudah bisa tersenyum kembali, dari senyumnya terlihat bahwa beban yg ia pendam sejak selama ini kini sudah lepas :)

#thanksyoustella­jkt48


Source: https://www.facebook.com/CPjkt48