Jumat, 15 November 2013

Sepeda dan Sneakers Vienny

Pagi yang sunyi, disebuah kota kecil tempat tinggal baruku.Aku sudah rapi dengan seragam sekolah dan menenteng sneakers yang akan kupakai,hari pertamaku bersekolah disini."Vin, sudah buka toko belum? Ibu taruh uang jajanmu diatas lemari toko.","udah bu."jawabku.Ya, aku Viny.aku berasal dari keluarga sederhana penjual bunga.Kami baru pindah kemarin.

***

Dengan kayuhan sedang kulewati jalan yang sepi,namun ramai pedagang dipinggir jalan,sampai akhirnya terlintas oleh pandanganku pada suatu kios yang menjual sepatu antik,sepeda antik,dan alat tulis antik.Dan semuanya telah rapuh dan usang,kuberhentikan sepedaku dan masuk kedalam toko tersebut."Permisi pak,"kucoba menyapanya,"Iya anak muda, mengapa engkau disini?kayuhlah sepedamu dan sekolah!"dengan sedikit membentak dia berbicara padaku,"Saya hanya mau bertanya, kenapa bapak menjual barang yang sudah usang dan tua? apa bapak tidak ada modal untuk membeli yang baru?"kucoba bertanya.


"Pergi sekolah dulu nak,aku tidak akan menjawabmu sebelum kau mengayuh sepedamu kesekolah dan mendapat nilai 100."jawabnya.Aku tercengang mendengarnya, segera kukayuh sepedaku dan meninggalkan toko itu.Diperjalanan, kata-katanya tadi masih terbayang dipikiranku.

***

Disekolah, sewaktu pelajaran matematika,"Anak-anak,hari ini kita akan mengadakan ulangan.Dan bagi yang tidak mendapat nilai 100,saya tidak akan beri kalian nilai di raport."jelasnya,Aku kaget setengah mati, sudah 2 orang mengatakan kata-kata itu kepadaku.Akupun merasa tertantang untuk memperebutkan nilai 100 tersebut, dan.."Ya selamat Viny dan 8 lainnya kalian mendapat nilai 100."ucap guru itu,aku yang senangnya bukan main langsung meraih lembar jawabanku.
Bel pulang berbunyi.

***

Kukayuh sepeda secepat mungkin,Dengan mengantongi angka 100, aku sudah berharap pertanyaanku akan dijawab oleh pemilik toko tersebut,sesampainya disana,"Pak, permisi."aku mengetuk pintunya dengan tidak sabar.


"Ada apa nak?"pemilik tokopun datang,"Saya sudah mendapatkan nilai 100 disekolah tadi,pak.Jadi, bapak maukan jawab pertanyaan saya tadi pagi."kataku memohon."Baiklah nak,sebenarnya barang-barangku tidak untuk dijual,nak."Katanya."Hah? jadi untuk apa ini semua dipajang?"tanyaku heran,"Ini kita bisa ambil makna sejarahnya, kau lihat sepatu yang itu, itu pemiliknya adalah mantan Presiden Jepang, dan sepeda ini milik Ir. Soekarno, mereka adalah orang hebat yang patut kita hargai, karna lewat barang-barangnya inilah dia menciptakan Sejarah emas dan pemimpin negara."jelasnya,Aku hampir tak bisa berkata apa-apa lagi,"Dan saya harap, nak.kau bisa menjadi seperti mereka yang terhormat dan dihargai."timpalnya.
Aku lalu berpamitan dan pulang dengan senyuman penuh motivasi.dalam hidup ini,yang penting adalah berusaha menjadi baik, karna dengan baik itulah kita bisa dihargai dan dihormati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar