Pagi yang sunyi, disebuah kota kecil tempat tinggal baruku.Aku sudah
rapi dengan seragam sekolah dan menenteng sneakers yang akan
kupakai,hari pertamaku bersekolah disini."Vin, sudah buka toko belum?
Ibu taruh uang jajanmu diatas lemari toko.","udah bu."jawabku.Ya, aku
Viny.aku berasal dari keluarga sederhana penjual bunga.Kami baru pindah
kemarin.
***
Dengan kayuhan sedang kulewati jalan
yang sepi,namun ramai pedagang dipinggir jalan,sampai akhirnya terlintas
oleh pandanganku pada suatu kios yang menjual sepatu antik,sepeda
antik,dan alat tulis antik.Dan semuanya telah rapuh dan
usang,kuberhentikan sepedaku dan masuk kedalam toko tersebut."Permisi
pak,"kucoba menyapanya,"Iya anak muda, mengapa engkau disini?kayuhlah
sepedamu dan sekolah!"dengan sedikit membentak dia berbicara
padaku,"Saya hanya mau bertanya, kenapa bapak menjual barang yang sudah
usang dan tua? apa bapak tidak ada modal untuk membeli yang baru?"kucoba
bertanya.
"Pergi sekolah dulu nak,aku tidak
akan menjawabmu sebelum kau mengayuh sepedamu kesekolah dan mendapat
nilai 100."jawabnya.Aku tercengang mendengarnya, segera kukayuh sepedaku
dan meninggalkan toko itu.Diperjalanan, kata-katanya tadi masih
terbayang dipikiranku.
***
Disekolah, sewaktu
pelajaran matematika,"Anak-anak,hari ini kita akan mengadakan
ulangan.Dan bagi yang tidak mendapat nilai 100,saya tidak akan beri
kalian nilai di raport."jelasnya,Aku kaget setengah mati, sudah 2 orang
mengatakan kata-kata itu kepadaku.Akupun merasa tertantang untuk
memperebutkan nilai 100 tersebut, dan.."Ya selamat Viny dan 8 lainnya
kalian mendapat nilai 100."ucap guru itu,aku yang senangnya bukan main
langsung meraih lembar jawabanku.
Bel pulang berbunyi.
***
Kukayuh
sepeda secepat mungkin,Dengan mengantongi angka 100, aku sudah berharap
pertanyaanku akan dijawab oleh pemilik toko tersebut,sesampainya
disana,"Pak, permisi."aku mengetuk pintunya dengan tidak sabar.
"Ada
apa nak?"pemilik tokopun datang,"Saya sudah mendapatkan nilai 100
disekolah tadi,pak.Jadi, bapak maukan jawab pertanyaan saya tadi
pagi."kataku memohon."Baiklah nak,sebenarnya barang-barangku tidak untuk
dijual,nak."Katanya."Hah? jadi untuk apa ini semua dipajang?"tanyaku
heran,"Ini kita bisa ambil makna sejarahnya, kau lihat sepatu yang itu,
itu pemiliknya adalah mantan Presiden Jepang, dan sepeda ini milik Ir.
Soekarno, mereka adalah orang hebat yang patut kita hargai, karna lewat
barang-barangnya inilah dia menciptakan Sejarah emas dan pemimpin
negara."jelasnya,Aku hampir tak bisa berkata apa-apa lagi,"Dan saya
harap, nak.kau bisa menjadi seperti mereka yang terhormat dan
dihargai."timpalnya.
Aku lalu berpamitan dan pulang dengan senyuman
penuh motivasi.dalam hidup ini,yang penting adalah berusaha menjadi
baik, karna dengan baik itulah kita bisa dihargai dan dihormati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar