Dibawah matahari Iqbal sepulang sekolah di kota Kashima.
Cahaya Matahari dgn panasnya menyinari Iqbal.Iqbal hanya bisa menghela nafas.
“hhafff
panas sekali cuaca hari ini” Iqbal menglap keringatnya. Hari itu
sepulang sekolah jam 14.30 Iqbal ada pertandingan sepak bola.
“sepertinya hari ini sibuk” Iqbal memasang sepatu dan mengucapkan aku
pergi !!. Jepang saat itu sedang mekar bunga sakura, indah sekali. Sesampainya di lapangan Iqbal dipanggil oleh teman satu timnya ,Rilo.
“Hoi
Iqbal, kemari” Iqbal pun mendatangkan temannya itu.Mungkin ini match
terakhir yg dimiliki Iqbal mengingat dia ingin berhenti menjadi pemain
sepakbola.
Di hari matchday terakhir Iqbal ingin memaksimalkan
permainannya. Tapi apadaya dia bermain jelek saat itu. Kashima Antlersun
mengalami kekalahan 4-2 dilaga itu. Iqbal mengucapkan terimakasih
kepada staf, pelatih, dan pemain klub itu. Sepulangnya dari match, Iqbal
hanya menghela nafas dan tersenyum simpul mengingat masa2 dia di
Kashima Atlers.
“Iqbaaaallll !! Tungguuu!!!” kata Rilo memanggil Iqbal dr belakang. Iqbal menengok dan bilang Ada apa?
Rilo
hanya mengucapkan ‘terimakasih atas partisipasinya dalam klub,ngomong2
kamu ingin sekolah besok?” Iqbal hanya tersenyum kecil dan bilang “Iya
aku akan sekolah, ada bunga sakura mekar disekolah, jadi, akuakan
melihatnya besok”.
Keesokan harinya seperti biasa Iqbal memakai
baju sekolah putih dan celana panjang biru. Aku berangkat! Teriak Iqbal
dari depan pintu sambil menggenggam sepotong roti isi.Iqbal berlari
menuju perempuan yang hendak berangkat sekolah. “Hei, bareng yuk” Iqbal
tersenyum simpul sambil menawarkan roti isi daging miliknya. Perempuan
itu bernama Vanka, perempuan manis itu hanya tersenyum dan bilang
terimakasi pada iqbal. Sepanjang jalan mereka berdua diam. Diam itu
terpecah ketika Iqbal bilang “Hari ini bunga sakura mekar di belakang
sekolah, Istirahat maukah kau melihatnya?”. Iya jawab Vanka singkat.
Sesampainya di sekolah, Rilo menyapa Iqbal dan langsung mengjak Iqbal ke
kelas karna sebentar lagi bel segera berbunyi.
Saat bel
istirahat, Iqbal mengajak Vanka makan dibawah bunga sakura dan Vanka
mengiyakan ajakan tersebut. Roti isi dan the hijau menemani saat
istirahat Iqbal dan Vanka. Iqbal menyanyikan sebuah lagu untuk Vanka.
Jejak awan pesawat, putih bersih lurus memanjang—mungkin itu sepenggal
lirik yang dinyanyikan iqbal dengan accousticnya. Rilo mendengar dan
mendatangkan mereka berdua. Iqbal dan Vanka hanya tersiu malu ketika
Rilo dating dan menertawakan mereka diejek sedang berpacaran. Tidakk!!
Jawab iqbal singkat dan menyuruh Rilo pergi. Rilo pergi dengan berkata
“Aku hanya bercanda !!” setelah Rilo pergi Vanka menasihati Iqbal agar
tidak terlalu kasar, itu hanya hal sepele.
Iqbal termenung dan
merasa bersalah.Iqbal langsung berlari menghampiri Rilo utk meminta maaf
dan Rilo memaafkannya. Perasaan Iqbal waktu itu sangat lega. Rilo
bilang “JIka kamu suka pada seseorang katakana saja, begitupun aku
dengan Ayana” begitu nasihat Rilo yg sdh berpengalaman soal urusan
berpacaran. Tapi ini bukan waktu yg tepat, Aku ingin membawa vanka ke
kuil Aburame di selatan Hiroshima. Disana pemandangannya indah apalagi
jika sakura sedang bermekaran. Keesokan harinya, Libur panjang karna
musim semi. Iqbal mengajak Vanka utk jalan2. Vanka bingung ada apa
gerangan Iqbal mengajaknya? Iqbal manjawab singkat sudah ikut sajaa.
Mereka
berdua manaiki kereta .Sesampainya di Hiroshima, Iqbal mngajak Vanka ke
sebuah kuil. Vanka berfikir apa yang hendak Iqbal lakukan disini. Tutup
matamu sebentar kata Iqba sambil menarik mata Vanka kebelakang kuil
yang sepi. Ada apa ini? Tanya Vanka bingung. Sekarang buka matamu jawab
Iqbal sambil menunjukkan pohon2 sakua yg bermekaran indah sekali. Aku
ingin bilang sesuatu ke kmu kata Iqbal, Vanka hanya menjawab Apa? Apa yg
kamu mau lakukan disini?
Aku hanya ingin bilang kalo aku
aishiteru padamu. Maukah kamu? Iqbal nekat berbicara seperti itu, Vanka
anya menghela nafas. Hmmm baiklah kata Vanka menjawab. Iqbal langsung
memeluk erat Vanka dan menciumnya. Merekaberjalan menyusuri pohon pohon
sakura sambil bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Setelah
2minggu mereka berpacaran Iqbal merencanakan berlibur bersam Vanka, Ebi,
Yosef ,Ayana, dan Rilo. Setelah hari H mereka pergi menggunakan pesawat
Japan Airlines menuju Paris. Ditengah landasan pesawat yg ditumpangi
mereka meledak. Vanka selamat mencari Iqbal dan teman2nya.
Iqbal !
Rilo ! teriak Vanka mencari teman dan kekasihnya itu. Vanka melihat
Iqbal tergeletak di samping landasan udara, Iqbal tergeletak dgn
tertusuk serpihan pesawat. Iqbal, Iqbal bangunn kamu gakpapa? Vanka
mencoba membangunkan Iqbal. Yosef, Ebi ,Rilo selamat dan menghampiri
Iqbal dan Vanka. Vanka menatap kosong Iqbal sambil mengeluarkan airmata.
Iqbal sadar dan bilang terimakasi utk semuanya, Sayonara bisik Iqbal ke
Vanka. Rilo mencabut serpihan pesawat itu dan menggotong temannhya ke
Ambulance. Sesampainya di rumah sakit, Dokter bilang dia sekarat dan
lama operasi satu minggu.
Seminggu setelah koma Iqbal sadar dan
ada Rilo dan Ayana yg menjenguknya. Rilo dan Ayana izin pamit, Iqbal
sendiri di RS. Beberapa menit kemudian, Vanka dating membawa bunga.
Sudah siuman? Tanya Vanka disertai senyum simpul. Iqbal membaas senyuman
Vanka, Vanka duduk di samping Iqbal. Vanka menanyakan Kapan kamu boleh
pulang? Munkin besok jawab Iqbal singkat. Vanka menaruh bunga dimeja RS,
dan melepaskan jaket bola bertuliskan Arsenal. Yosef mendobrak pintu RS
dan berkata Iqbal! Rilo tertabrak mobil ! Sontak Iqbal dan Vanka kaget.
Rilo
dibawa oleh orang yg menabraknya ke ruang UGD. Ayana mengejar Rilo dan
berteriak Rilo ! sadr Rilo ! bangn ! Dokter tidak mengizinkan Ayana
masuk ruang UGD. Iqbal menggunakan kursi roda menghamoiri Ayana yg sedng
menangis dan mencoa menenangkannya. Sudahlah, kita hanya bisa berdoa
aas keselamatan Rilo. Kata Vanka dating menghampiri. Sebaiknya kita
kembali, dokter akan melakukan dgn maksimal. Mereka bertiga pergi
meninggalkan ruang UGD. Keesokan harinya Iqbal pulang dari rawat inapnya
di RS. Seperti biasa Iqbal sudah bisa bersekolah kembali, dia meihat
satu pohon bunga sakura, bunganya ada yg layu. Fikir Iqbal apa yg akan
terjadi? Hei sedang apa? Sapa Vanka dr belakang.
Sepertinya aku
harus ke RS melihat Rilo kata Iqbal mentap heran bunga sakura itu. Aku
ikut kata Vanka. Sesampainya dir s dokter berkata jika Rilo ak bisa
diselamatkan, pembuluh nadinya pecah. Seketika iqbal dan Vanka terkejut
dan langsung mendatangi ruang mayat. Vanka menangisi kepergian Rilo yg
sangat mendadak. Iqbal masih tdk percaya atas apa yg terjadi. Iqbal
menyuruh Vanka agar tidak menangisi org yg sudah pergi dan menyuruh
Vanka pulang. Osaka, 27 juli 2017 Seminggu sudah Rilo mennggalkan
teman2nya, Ayana masih tdk percaya, cinta Ayana kpd Rilo belum terungkap
dia menangis di batu nisan Rilo, Iqbal menyuruh Ayana agar tetap tabah.
Iqbal msh ingat jika dia masih menyimpan jersey Kashima Antlers milik
Rilo, dia pergi berlari dan mengambil jersey itu dirumah, sesampainya di
skolah jersey itu diberikan ke Ayana.
Ayana merasa senag telah
diberikan jersey Rilo 13 itu, hanya terucap Arigatou dalam mulut Ayana.
Vanka menghampiri Iqbal dan berkata kamu masi beruntung diberi 1x
kesempatan hidup. Iqbal hanya diam dan mengajak Vanka ke bukit belakang
sekolah. Sesampainya dibukit Iqbal menatap mata Vanka dan bilang kamu yg
sudah membangkitkanku kata Iqbal sambil tersenyum. Vanka tersenyum dan
memeluk Iqbal eratt sekali. Iqbal mencium bibir Vanka dan bilang
terimakasih sekali lagi. 2 bulan mereka berpacaran. Musim hari kelulusan
Vanka memutuskan utk bersekolah di Paris, Iqbal sedih bila harus
ditinggal Vanka, apadaya dia hanya tersenyum saat Vanka keluar dr ruang
kelulusan, Vanka berteriak terimakasih utk terakhir kalinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar