“Ah
hujan!!” keluh Adhe sambil berlari menuju ke kelas, “apa-apaan ini, jam
segini udah ujan” ya memang hari itu hujan turun lebih awal, biasanya
sore baru hujan namun waktu itu jam 10 pagi dan sudah hujan. Akhirnya
Adhe sampai di kelas. “Seharusnya saya
ke kantin dulu tadi, ah ntar aja pas istirahat kedua” hari itu Adhe
memilih tempat duduk agak belakang dan dekat dengan jendela, agar
sewaktu-waktu dia dapat melongok ke jendela, “Ah masih lama ini guru
datengnya, apalagi hujan” keluh Adhe lagi, lalu Adhe berjalan mendekati
jendela. Kelas Adhe terletak di lantai 2 sehingga dia bisa melihat-lihat
ke Lapangan di bawah. Saat dia sedang mengamati sekeliling, tiba-tiba
dia melihat cewek memakai payung pink, sesaat dia melongok keatas,
mungkin dia melihat apakah masih hujan atau tidak, karena waktu itu
hujan agak reda. “Cewek itu manis sekali” pikir Adhe, “Kelas berapa dia
ya ?” Adhe bertanya-tanya dalam hati.
Bel
pulang berbunyi, dan hujan pun reda. Adhe bergegas pulang kerumah karena
dia takut terjebak hujan lagi dan tak bisa pulang. Sesampainya di rumah
Adhe masih penasaran dengan cewek yang memakai payung pink tadi,
seharian Adhe gunakan waktunya untuk memikirkan cewek itu. Paginya Adhe
bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah lagi, “Semoga hari ini hujan
lagi, agar aku bisa melihat cewek yang kemarin lagi” Adhe senyum-senyum
sendiri, lalu dia pun bergegas berangkat menuju sekolah.
Sebenarnya Adhe masih agak mengantuk saat pergi ke sekolah
hari ini, karena semalaman Adhe memikirkan cewek yang dilihatnya di
sekolah. Kelas sudah ramai, tapi untung bangku yang kemarin masih
kosong, Adhe duduk disitu lagi hari ini agar bisa melihat cewek yang
kemarin lagi. Hingga siang hujan tak juga turun “Ah apes, hari ini nggak
hujan, nggak bisa liat cewek yang kemaren lagi deh” saat pulang sekolah
tiba-tiba hujan turun dengan derasnya “Huehehe, kayanya saya bakalan
liat cewek yang kemarin lagi nih” pikir Adhe dalam hati, “Ah mana dia,
knapa nggak lewat-lewat lagi” lalu Adhe berjalan ke kantin dan hujan pun
sudah agak reda, Adhe merasa agak lapar karena hari itu sudah agak sore
sehingga dia mulai lapar. Sesampainya di kantin dia pun mulai makan.
“Ah kenyang, pulang ah” kata Adhe setelah selesai makan, namun tiba-tiba
hujan turun lagi “Ah apa-apaan ini, ujan lagi” Adhe terperangkap di
kantin. Tiba-tiba keluar cewek dengan payung pink dari kantin sebelah,
dia berjalan sendirian. “Hah!! Cewek yang kemarin” kata Adhe dalam hati,
belum jauh cewek itu jalan tiba-tiba dia terpeleset, mungkin jalannya
licin karena hujan, kelihatannya kakinya agak terkilir, lalu Adhe
langsung pergi menghampiri cewek itu, “Kamu tidak apa-apa ?” tanya Adhe,
“Sepertinya kakiku agak terkilir” jawab cewek itu sambil menahan sakit,
“Masih bisa jalan kan, saya bantu sampai ke UKS ya ?” cewek itu hanya
mengangguk, lalu Adhe memapahnya berjalan hingga ke UKS, untung waktu
itu UKS belum tutup, karena masih ada ekstrakulikuler. Adhe mengambilkan
obat untuk kaki cewek itu. “Nama kamu siapa ?” tanya Adhe, “Frieska”
jawabnya dengan singkat, sepertinya dia pemalu. Beberapa menit berlalu
dalam diam, hingga tiba-tiba Frieska berkata “Adhe, bisa antar saya
sampai gerbang sekolah ?” tanya Frieska, “Hhmmm, iya, ayo, tapi masih
hujan ?” “Ya kan ada payung” jawab Frieska “Ah, iya ya, lupa, hehe”
mereka berdua tertawa, “Ayo” ajak Adhe, lalu Adhe pun memapah Frieska
berjalan menyusuri lapangan di bawah guyuran hujan terlindung di bawah
payung pink. Sesampainya di gerbang sekolah ternyata Frieska sudah
dijemput oleh ayahnya. “Adhe, terima kasih ya, ma’af merepotkan kamu”
kata Frieska, “Ah tidak apa-apa, cepat sembuh ya, oh iya, payungnya ?”
“Sudahlah, bawa kamu dulu, kamu kan membutuhkan payungnya, dan biar kita
bisa ketemu lagi” kata Frieska sambil tersenyum, lalu mobil Frieska pun
pergi meninggalkan sekolah, Adhe masih memandang mobil itu hingga mobil
itu tak terlihat lagi. “Hari yang indah” kata Adhe lirih sambil
tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar